Menurut Tito, tahun 2026 merupakan tahun krusial sebagai tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang menjabarkan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
“Berbagai capaian positif telah diraih pada tahun pertama. Keberhasilan tersebut akan semakin dioptimalkan pada tahun 2026 melalui kesamaan gerak dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Mendagri Tito.
Kehadiran Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reny Lamadjido dalam forum nasional ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk bersinergi dan menyelaraskan setiap kebijakan serta program pembangunan daerah dengan agenda prioritas nasional.
Hal ini sejalan dengan upaya kolektif untuk mendorong percepatan pembangunan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Rakornas ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan peta jalan yang terintegrasi untuk memperkuat kolaborasi pusat-daerah dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri, termasuk di Sulteng.








Komentar