Ia mengungkapkan bahwa ada kelompok yang mengatasnamakan diri dari desa tertentu dan siap melakukan aksi fisik jika ada peserta yang mencoba mempertanyakan jalannya Musorprov.
“Tidak hanya itu, Ketua KONI Sulteng bahkan meminta pihak keamanan untuk mengeluarkan peserta yang sedang menyampaikan pandangannya. Ini adalah titik puncak yang memprovokasi keberatan peserta,” katanya.
Meski demikian, Dedi menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang bertindak profesional dalam menjaga keamanan selama Musorprov berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki rekaman yang membuktikan adanya provokasi dari Ketua KONI Sulteng di atas mimbar yang memicu ketegangan.
Situasi ini semakin menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan KONI Sulteng, terutama dalam memastikan bahwa Musorprov berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak diwarnai dengan tindakan-tindakan yang mencederai prinsip demokrasi dalam organisasi olahraga.
Baca: Musorprov KONI Sulteng Abai ART, Mengapa Dipaksakan? Andri Gultom: Bisa Jadi Temuan BPK








Komentar