Ia juga menyebut potensi kolaborasi program studi metalurgi internasional ITB yang bermitra dengan Australia, yang dapat disinkronkan dengan kebutuhan industri di kawasan Morowali.
Tindak Lanjut Konkret yang Diharapkan
Beberapa poin rekomendasi konkret yang mengemuka dari pertemuan ini antara lain:
- Penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulteng dan ITB, yang akan segera ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan BAPPEDA Sulteng.
- Kolaborasi riset di bidang tata ruang, pengelolaan SDA, teknologi pengolahan air (khususnya untuk daerah kepulauan), serta kebencanaan.
- Sinergi dalam penyelesaian konflik agraria, dengan memanfaatkan keahlian Pusat Agraria ITB untuk kajian objektif, seperti yang dibutuhkan di Desa Sulewana.
- Penguatan program beasiswa dan jalur penerimaan mahasiswa asal Sulteng di ITB.
Kepala BRIDA Sulteng, Sandra Tobondo, mengungkapkan harapan agar kerja sama ini dapat terintegrasi dengan program nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta melibatkan mitra pembangunan internasional seperti JICA.
“Pertemuan hari ini adalah langkah awal yang sangat positif. Kami yakin kolaborasi strategis dengan ITB akan memberikan dampak signifikan bagi percepatan pembangunan dan kemandirian SDM unggul Sulawesi Tengah,” jelas Gubernur Anwar Hafid.














Komentar