gNews.co.id,- Owner Coffee Cabin Luwuk, Steven Maroli (42), mengucapkan Selamat Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya para pelanggan setia Coffee Cabin.
Hal tersebut disampaikannya dalam perbincangan santai bersama awak media di Coffee Cabin, Sabtu (27/12/2025).
Steven Maroli yang merupakan putra Babasalan, lahir dan besar di Luwuk, berasal dari keluarga asli Morowali yang menetap di Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur, sejak tahun 1970.
Dalam kesempatan tersebut, Steven banyak berbagi cerita mengenai filosofi berdirinya Coffee Cabin yang telah berdiri sejak tahun 2023.
Menurutnya, Coffee Cabin tidak sekadar dibangun sebagai tempat nongkrong atau kafe, melainkan sebagai “rumah” bagi para penikmat kopi.
Ia ingin setiap orang yang datang merasa nyaman, akrab, dan tidak memiliki jarak, layaknya bertamu ke rumah sendiri.
Kami ingin orang datang ke sini merasa seperti ke rumah tetangga, bukan ke kafe mewah yang bikin sungkan. Semua kalangan harus merasa diterima,” ujar Steven.
Steven menjelaskan, Coffee Cabin memiliki 22 karyawan yang secara rutin dievaluasi setiap bulan.
Setiap hari juga dilakukan morning briefing guna memastikan pelayanan berjalan maksimal dengan pendekatan kekeluargaan.
Selain itu, Coffee Cabin terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan, termasuk menghadirkan minuman siap saji dalam kemasan kaleng sebagai solusi bagi pelanggan yang ingin cepat atau membawa pulang pesanan.
Ini bagian dari adaptasi. Orang sekarang serba buru-buru, tapi tetap ingin rasa yang enak dan kualitas terjaga,” jelasnya.
Terkait bahan baku kopi, Steven menyebutkan bahwa biji kopi yang digunakan berasal dari Sulawesi Tengah, di antaranya Arabika Napu dan Robusta Ampana, yang diproses melalui roasting di Palu.
Ia juga menekankan pentingnya quality control, bahkan dirinya secara rutin mencicipi minuman setiap hari untuk memastikan rasa tetap konsisten.
Tak hanya fokus pada produk, Steven juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan karyawan. Ia menyebutkan bahwa gaji karyawan berada di atas UMR jika dihitung dengan fasilitas makan yang disediakan tanpa batas.
Dalam pesannya, Steven mengajak masyarakat Banggai untuk tidak menjadi penonton di daerah sendiri, melainkan menjadi pemain utama dengan mendukung brand lokal.
Kenapa harus selalu bilang brand luar lebih bagus? Orang Luwuk juga bisa bikin yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah agar menyediakan fasilitas penunjang seperti mesin roasting bersama, sehingga pengusaha muda tidak terbebani modal besar dan bisa terus berkembang.
Sementara itu, salah satu karyawan Coffee Cabin, Arul (21) asal Bangkep, yang bekerja sejak November 2024, mengungkapkan bahwa Steven adalah sosok pemilik usaha yang tidak menciptakan jarak dengan karyawannya.
Di sini semua berjalan apa adanya. Kami merasa dekat dan nyaman bekerja karena owner memperlakukan kami seperti keluarga,” tuturnya.
Coffee Cabin Luwuk kini dikenal sebagai salah satu brand kopi lokal yang mampu diterima oleh berbagai kalangan usia, dengan cita rasa yang akrab dan suasana yang hangat, mencerminkan keberagaman Kota Luwuk.






Komentar