gNews.co.id,- PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF), bagian dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menggelar syukuran atas capaian 1.796.662 jam kerja selamat sepanjang September 2025 hingga 7 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di dua lokasi, yakni Kantor Matindok dan Kantor Donggi. Kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) di seluruh lini operasi perusahaan.
Syukuran turut dihadiri Kepala Desa Kayowa, Mohammad Ali Daeng Maroa, Kepala Desa Dongin, Ansar Makka, jajaran manajemen Pertamina EP Donggi Matindok Field, pekerja, serta pekerja mitra kerja yang turut menjadi bagian dalam pencapaian tersebut.
Selain sebagai bentuk rasa syukur atas capaian keselamatan kerja, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim yang berada di sekitar wilayah operasi Kantor Donggi dan Kantor Matindok.
Field Manager Pertamina EP Donggi Matindok Field, Moh. Sidik Asngari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan mitra kerja atas dedikasi dalam menjaga keselamatan selama menjalankan aktivitas operasional.
Capaian 1.796.662 jam kerja selamat ini adalah hasil kerja bersama. Keselamatan bukan sekadar target yang dikejar, melainkan nilai yang kami hidupi setiap hari, di setiap keputusan dan setiap aktivitas operasi,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sesuatu yang diraih secara kebetulan. Konsistensi penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR) menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Penerapan CLSR mencakup kepatuhan terhadap persyaratan memasuki wilayah kerja, penerapan izin kerja, kesiapan kesehatan pekerja atau fit to work, hingga aspek keselamatan berkendara dari dan menuju tempat kerja.
CSLR bukan sekadar aturan tertulis, tetapi garis yang tidak boleh dilanggar siapa pun, di level mana pun. Setiap pekerja kami beri kewenangan untuk menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi tidak aman melalui Stop Work Authority (SWA),” tegas Moh. Sidik Asngari.
Ia mengatakan, rasa syukur atas pencapaian keselamatan kerja tersebut sengaja dibagikan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya anak-anak yatim.
Kami ingin setiap pekerja pulang dalam keadaan selamat kepada keluarganya. Rasa syukur itu kami wujudkan bersama adik-adik yatim di sekitar wilayah operasi, karena keberhasilan perusahaan tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan doa masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kayowa, Mohammad Ali Daeng Maroa, menyampaikan doa dan harapan agar seluruh aktivitas operasional Pertamina EP Donggi Matindok Field senantiasa berjalan lancar dan aman.
Kami mendoakan yang terbaik untuk Pertamina EP Donggi Matindok Field. Semoga seluruh kegiatan operasional senantiasa berada dalam perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian perusahaan kepada anak-anak yatim di wilayah sekitar operasi.
Terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada adik-adik kami. Semoga apa yang hari ini dibagikan kepada anak-anak yatim menjadi keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Kehadiran pemerintah desa dalam kegiatan tersebut mencerminkan hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sinergi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan industri hulu migas di Kabupaten Banggai.
Capaian 1.796.662 jam kerja selamat sekaligus menegaskan komitmen Pertamina EP Donggi Matindok Field untuk menjalankan operasi yang aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.(DQ74).














Komentar