Ia menegaskan bahwa esensi moderasi beragama adalah memberi pemahaman bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh memicu perselisihan maupun pertikaian.
“Jika pemahaman seperti ini dipahami masyarakat secara baik, saya kira harapan kita semua suatu saat nanti Sulawesi Tengah betul-betul jadi daerah yang damai, aman, dan sejahtera,” katanya.
Selanjutnya, Prof. Zainal Abidin menambahkan bahwa moderasi beragama berada pada ranah sosiologis, yaitu bagaimana mempraktikkan cara beragama yang bijaksana, damai, toleran, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial bermasyarakat tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing.
Kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas di Polres Parigi Moutong juga dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, Rachman Ansyari yang bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang Empat Pilar Kebangsaan.
Selain itu, turut hadir pengurus FKUB Provinsi Sulawesi Tengah dan Parigi Moutong, Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong, Wakapolres Parigi Moutong mewakili Kapolres Parigi Moutong, serta pejabat teras Ditbinmas Polda Sulteng dan Polres Parigi Moutong.
Baca: Polda Sulteng dan FKUB Gelar Pelatihan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas












Komentar