Presiden Negara Ini Kagum Terhadap Sosok Ronaldo

“Mereka telah membuang Ronaldo. Sayangnya, mereka memaksakan larangan politik kepadanya,” ujar Erdogan.

Ia melanjutkan, menurunkan CR7 hanya 30 menit di lapangan mempengaruhi psikologinya.

“Memainkan pemain seperti Ronaldo hanya pada 30 menit terakhir di lapangan tentu merusak psikisnya dan menguras energinya,” ungkapnya.

Erdogan kemudian mengaitkan kecurigaan dengan korban politik di Piala Dunia 2022 dengan kampanye dukungannya terhadap Palestina yang marak di ajang pesta bola dunia tersebut.

Sebagai seorang pesepak bola, Erdogan sangat mengagumi CR7. Sementara dari sisi kemanusiaan, Ronaldo menurutnya sangat peduli terhadap sesama.

Baca: Ternyata Messi Cs Hanya Bawa Pulang Trofi Replika Piala Dunia, Kok Bisa?

Komentar

News Feed