Spanyol Pantas Juara! Berikut Analisa dan Kritik Pedas Legenda Sepak Bola Insiden Ricuh Kekalahan Argentina

“Dia melepaskan dua atau tiga pukulan ke arah wajah seseorang. Itu serangan sungguhan. Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu di sepak bola,” ujar Shearer.

Ia tahu betapa besar arti laga ini dan betapa sakitnya kalah, tapi ada cara yang benar untuk menerima kekalahan.

“Terlalu sering kita melihat reaksi seperti ini dari Argentina. Apa yang terjadi setelah peluit akhir benar-benar buruk,” tambahnya.

Komentator ESPN UK sekaligus mantan pemain Skotlandia, Craig Burley, bahkan lebih pedas. Ia menyoroti statistik memalukan: Argentina hanya melepaskan dua tembakan sepanjang laga, sementara Spanyol mencatatkan 20 percobaan.

“Argentina benar-benar memalukan hari ini, baik dari segi permainan maupun perilaku. Kami sudah perkirakan ada provokasi dan pelanggaran tanpa bola, tapi kami berharap mereka menunjukkan kualitas saat menguasai bola. Nyatanya mereka berantakan, menjijikkan, dan memalukan. Saya sangat senang Spanyol yang menang,” cetus Burley.

Sementara itu, kapten Lionel Messi tampil di bawah performa terbaiknya dan terlihat menangis usai pertandingan. Final 2026 diyakini menjadi penampilan terakhir pria berusia 39 tahun itu di ajang Piala Dunia.

Mantan gelandang Ghana, Kevin-Prince Boateng, menambahkan bahwa tindakan para pemain Argentina tidak hanya tidak menghormati Spanyol sebagai juara, tetapi juga mencoreng warisan Messi.

“Melihat apa yang terjadi setelah pertandingan, itu adalah contoh kekalahan yang tidak bisa diterima. Itu bukanlah hal yang pantas didapatkan oleh sosok seperti Lionel Messi,” katanya.

Baca: Head to Head Argentina vs Inggris: The Three Lions Lebih Unggul hingga Bayang-bayang Perang Malvinas

Komentar