Suasana Hangat Iringi Penutupan Kampung Baru Fair, Longki Djanggola: Ini Momentum Pererat Silaturahmi

Ketua Panitia Kampung Baru Fair, Risman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh yang telah menyemarakkan penutupan acara, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Ramadan dan Idulfitri di kawasan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada semua yang hadir, terutama Pak Longki Djanggola yang ikut menemani warga sampai sesi foto bersama,” kata Risman.

Sekilas Tentang Lebaran Mandura

Lebaran Mandura merupakan tradisi khas masyarakat Kaili, khususnya yang bermukim di kawasan Lembah Palu seperti Kampung Baru, Kamonji, Siranindi, Kampung Lere, dan sekitarnya.

Tradisi ini dirayakan sepekan setelah Idulfitri, sebagai momen tambahan untuk menjalin silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan mempererat tali persaudaraan.

Nama Mandura sendiri diambil dari penganan khas berbahan dasar beras ketan putih dan hitam, dibungkus daun pisang berlapis dan dimasak selama lebih dari enam jam. Mandura biasa disajikan bersama Kari Ayam atau Daging Goregore, dan hanya muncul setahun sekali saat Lebaran.

Bagi masyarakat, Lebaran Mandura punya makna lebih dari sekadar kuliner. Ini adalah “Idulfitri Jilid Dua” yang dirayakan dengan penuh kehangatan, pakaian baru, suguhan khas, dan tentunya-anak-anak kembali berburu THR dalam bentuk “Hagala”.

Baca: Anggota DPR RI Longki Djanggola Sosialisasikan UU Kesejahteraan Sosial di Palu: Negara Hadir untuk Rakyatnya

Komentar