gNews.co.id,- Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, menjadi momentum untuk mengenang pengabdian sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu tergambar dalam acara temu pamit Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) lama bersama pejabat baru yang dirangkaikan dengan purna bakti aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Kintom. Kegiatan berlangsung di Molumu, Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Minggu (11/10/2026).
Acara tersebut dihadiri mantan Camat Kintom Amrizal Latif, S.Sos., M.M., mantan Sekcam Paisal Kusika, S.H., Camat Kintom yang baru Taufan Pawata, S.Pd., serta Muntaha Latekeng yang memasuki masa purna tugas.
Hadir pula perwakilan PT Donggi-Senoro LNG (DLNG), Forum Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Kintom, anggota BPD, tokoh masyarakat, para kepala seksi, serta staf Kantor Kecamatan Kintom.
Bagi Amrizal Latif, Kintom menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur pemerintah. Selama kurang lebih empat tahun enam bulan memimpin kecamatan tersebut, ia menyebut berbagai perubahan telah diupayakan melalui kerja sama pemerintah daerah, jajaran kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Amrizal mengungkapkan sejumlah program yang telah dijalankan, antara lain penataan kebersihan lingkungan, kerja bakti, pengembangan potensi wilayah untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur.
Beberapa pembangunan yang disorot di antaranya rumah dinas camat dan peningkatan jalan di sejumlah wilayah Kecamatan Kintom.
Menurut Amrizal, capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja seorang pemimpin, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Ia juga mengenang capaian Kecamatan Kintom yang pernah menempati peringkat kedua dalam evaluasi kinerja kecamatan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Kini, Amrizal mendapat amanah baru dari Bupati Banggai sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai. Sementara itu, Paisal Kusika dipercaya menjabat Camat Luwuk Selatan.
Di penghujung masa tugasnya di Kintom, Amrizal menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tanggung jawab terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan.
Ia berharap hubungan kekeluargaan yang telah terbangun tetap terpelihara meskipun dirinya dan sejumlah rekan kerja kini bertugas di tempat berbeda.
Amrizal juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Camat Kintom yang baru agar berbagai capaian yang telah dirintis dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan.
Ia mengibaratkan pengabdian seorang pemimpin seperti lilin yang menerangi kegelapan. Meski perlahan mencair, cahaya yang diberikan tetap membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Paisal Titipkan Jajaran Kecamatan kepada Camat Baru.
Hal senada disampaikan Paisal Kusika. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah desa, BPD, lurah, dan seluruh staf Kecamatan Kintom selama menjalankan tugas sebagai Sekcam.
Menurutnya, berbagai pekerjaan pemerintahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan kerja sama dengan camat, perangkat kecamatan, serta masyarakat.
Paisal juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama bertugas. Secara khusus, ia menitipkan jajaran staf Kecamatan Kintom kepada Taufan Pawata sebagai pemimpin yang baru.
Ia berharap seluruh staf tetap mendapat pembinaan, perhatian, dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Paisal mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum terselesaikan selama masa tugasnya.
Ia berharap hal tersebut dapat menjadi perhatian dan dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
Sementara itu, perwakilan Forum Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Kintom menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amrizal dan Paisal dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan wilayah.
Forum tersebut juga menyatakan kesiapan untuk mendukung Taufan Pawata dalam menjalankan tugasnya sebagai camat yang baru.
Dukungan dan koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPD, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan.
Sebagai pemimpin baru di Kecamatan Kintom, Taufan Pawata menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dirintis pendahulunya.
Ia mengusung tagline 3S: Senyum, Sapa, Salam sebagai semangat membangun pelayanan pemerintahan yang ramah, terbuka, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Taufan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banggai atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kecamatan Kintom.
Ia juga memberikan apresiasi atas perubahan dan prestasi yang telah dicapai selama kepemimpinan Amrizal Latif. Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan.
Namun, Taufan menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan tidak cukup hanya dengan mempertahankan apa yang telah dicapai. Berbagai kekurangan yang masih ditemukan juga harus diidentifikasi dan dibenahi secara bersama-sama.
Karena itu, ia mengajak jajaran kecamatan, kepala desa, lurah, BPD, dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga ketenteraman serta ketertiban wilayah, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Taufan menyadari bahwa pelaksanaan tugas pemerintahan memiliki berbagai tantangan. Meski demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kerja sama dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada pejabat lama dan ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Dalam kesempatan tersebut, kembali ditekankan pesan Bupati Banggai mengenai pentingnya integritas dan orientasi pelayanan bagi setiap aparatur pemerintah.
Jangan jadikan jabatan sebagai tangga untuk kepentingan pribadi, jadikan jabatan sebagai jembatan bagi kepentingan rakyat.
Jangan bertanya apa yang akan kita berikan dari sebuah jabatan, tetapi tanyakan kepada diri kita sendiri apa yang dapat kita berikan kepada daerah melalui jabatan tersebut,” demikian pesan yang disampaikan.
Pesan itu menegaskan bahwa aparatur pemerintah tidak cukup hanya menjalankan administrasi. Setiap pejabat dituntut mampu menghadirkan solusi, mengambil keputusan sesuai kewenangan, dan memberikan pelayanan secara sigap kepada masyarakat.
Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Kintom diharapkan menjadi momentum memperkuat kinerja pemerintahan, bukan sekadar seremoni pergantian jabatan.
Dengan semangat 3S dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Taufan Pawata diharapkan mampu meneruskan capaian yang telah dirintis pendahulunya sekaligus menghadirkan inovasi baru bagi kemajuan Kecamatan Kintom.(DQ74)








Komentar