UKW PWI Parigi Moutong Diikuti 27 Wartawan Erwin Burase Sambut Peserta dari Jambi hingga Banggai

gNews.co.id,- Peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan menjadi perhatian dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 November 2026, tersebut dipusatkan di New Oktaria Homestay/Hotel, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, dan diikuti sebanyak 27 peserta dari sejumlah daerah.

Pelaksanaan UKW kali ini menghadirkan peserta dengan jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Sulawesi Tengah, tetapi juga dari luar provinsi, termasuk dua wartawan dari Jambi yang mengikuti jenjang Utama.

Dua peserta lainnya berasal dari Kabupaten Banggai, masing-masing mengikuti ujian pada jenjang Madya dan Muda. Sementara itu, satu peserta tercatat berasal dari Kota Palu.

Pembukaan kegiatan dihadiri Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom., Direktur Lembaga UKW Pusat Dr. Aat Surya Safaat, Ketua PWI Sulawesi Tengah Tri Putra Toana, Sekretaris PWI Sulteng Temu Sutrisno, S.H., M.H., serta Dewan Penasihat PWI Sulteng Mahmud Matangara, S.H., M.H.

Turut hadir Dewan Kehormatan PWI Pusat Drs. Banjar Chaeruddin, M.M., Sekretaris PWI Sulawesi Barat Dr. Naskah Nafhari, M.AP., unsur Forkopimda Parigi Moutong, pelaku usaha, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan apresiasi kepada PWI dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, UKW merupakan bagian penting dalam membangun kapasitas wartawan agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan, pers memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menyampaikan informasi, media juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pemberitaan, kritik, serta aspirasi publik.

Erwin juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. Penyebaran berita bohong atau hoaks dan informasi yang belum terverifikasi menjadi tantangan yang harus dihadapi insan pers.

Karena itu, wartawan dituntut tidak sekadar cepat menyampaikan informasi, tetapi juga cermat memeriksa fakta, menjaga objektivitas, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

“Setiap berita memiliki tanggung jawab moral dan profesional. Informasi yang disampaikan wartawan dapat membentuk opini publik dan berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat,” demikian pesan Bupati.

Ia juga ucapkan selamat datang Wartawan Banggai dan Jambi dan sekaligus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terbuka terhadap kritik dan masukan dari media. Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan memperbaiki pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua PWI Sulawesi Tengah Tri Putra Toana menyampaikan terima kasih kepada Bupati Parigi Moutong atas dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan UKW.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PWI meningkatkan kualitas wartawan, sekaligus memperkuat profesionalisme pers di daerah.

Tri Putra juga mengingatkan pentingnya kemampuan wartawan dalam menghasilkan pemberitaan yang sesuai fakta, melalui proses peliputan dan verifikasi yang benar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga UKW Pusat Dr. Aat Surya Safaat menekankan bahwa UKW memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk wartawan yang memahami standar kompetensi profesinya.

Ia menjelaskan, sertifikasi kompetensi juga berkaitan dengan perlindungan profesi wartawan. Dalam kondisi tertentu, wartawan yang menghadapi persoalan akibat pemberitaan dapat memperoleh bantuan melalui mekanisme yang difasilitasi Dewan Pers sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, menjadi wartawan bukan sekadar memiliki identitas atau kartu pers. Ada pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab profesional yang harus dipenuhi dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Melalui UKW, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan dalam mencari, mengolah, memverifikasi, hingga menyajikan informasi kepada masyarakat sesuai kaidah jurnalistik.

Pelaksanaan UKW di Parigi Moutong ini sekaligus menjadi ruang pengujian kemampuan dan penguatan kapasitas wartawan lintas daerah.

Dengan mengikuti proses pengujian selama dua hari, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta membawa standar profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik di wilayah masing-masing.(DQ74).

Komentar