Ia mengaku sempat heran atas perhatian yang diberikan, mengingat kewenangan sekolah dasar berada di tingkat pemerintah daerah.
“Awalnya kami sedikit heran. Tapi kami berpikir, mungkin ini adalah bentuk kepedulian Pemprov terhadap pendidikan di Sulteng. Agar kami bisa berdampak lebih luas dan tidak terlalu kaku dalam melihat batasan administrasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Najib menjadi sorotan publik setelah videonya memperbaiki pintu kelas yang rusak karena sering dimasuki hewan ternak. Kondisi itu sempat mengganggu proses belajar mengajar.
Dengan peralatan seadanya, ia berinisiatif memperbaiki sendiri ruang kelas agar layak digunakan.
Kisahnya menjadi cermin realitas yang masih dihadapi sebagian sekolah di daerah terpencil, sekaligus bukti komitmen tinggi tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Melalui program BERANI Cerdas, Pemprov Sulteng berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa di wilayah tersebut.
Gubernur dan wakil gubernur menekankan pentingnya kolaborasi kuat antarkabupaten/kota untuk mewujudkan generasi emas ke depan.
Pengabdian Najib Nadir menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, masih banyak guru yang bekerja dalam diam, namun memberikan dampak besar bagi masa depan generasi bangsa.














Komentar