gNews.co.id,- Sejumlah pekerjaan perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Banggai yang merupakan bagian dari Program Berani Lancar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menuai keluhan masyarakat.
Banyaknya bekas galian yang belum diaspal kembali dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama di tengah musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dengan meminta dinas terkait melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, termasuk kontraktor pelaksana, agar pekerjaan segera diselesaikan sesuai standar teknis dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan awak media di sejumlah lokasi proyek mulai dari Kecamatan Toili hingga Pagimana, Kamis (9/7/2026), terlihat beberapa lubang bekas galian dengan kedalaman diperkirakan sekitar 30 sentimeter masih dibiarkan terbuka.
Kondisi itu dinilai sangat berbahaya, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari karena minim penerangan.
Selain banyaknya galian yang belum ditutup, masyarakat juga menyoroti kualitas pengaspalan di beberapa titik yang dinilai kurang maksimal.
Warga menyebut lapisan aspal terlihat tipis sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama meski pekerjaan baru selesai.
Kalau malam hari sangat berbahaya. Lubangnya cukup dalam dan bisa membuat pengendara motor terjatuh,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Saat melakukan investigasi di lapangan, awak media juga mendapati sejumlah pekerja masih beraktivitas. Namun, beberapa pekerja terlihat belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja berupa rompi (safety vest), sehingga menjadi perhatian terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Awak media kemudian meminta keterangan kepada Edy, salah satu pihak di lapangan. Ia menjelaskan bahwa penanggung jawab pekerjaan berasal dari Luwuk, yakni CV. TLA dengan penanggung jawab berinisial I.K.
Pada ruas Jalan Trans Luwuk–Palu yang sedang dikerjakan, sejumlah titik bekas galian masih belum diperbaiki. Lokasi hanya diberi tanda sederhana tanpa penerangan yang memadai pada malam hari, sehingga pengendara hanya mengandalkan cahaya lampu kendaraan saat melintas.
Menanggapi banyaknya lubang yang belum diaspal, Edy menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan belum dapat dilaksanakan karena hasil pekerjaan sebelumnya masih memerlukan perbaikan agar memenuhi persyaratan teknis.
Warga berharap proses penyelesaian proyek dapat dipercepat karena kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu setengah bulan di beberapa titik tanpa adanya pengaspalan kembali.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur melalui Program Berani Lancar. Pada tahun 2026, pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan total anggaran sekitar Rp208,98 miliar.
Sementara itu, untuk ruas jalan berstatus kabupaten, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga tengah melaksanakan perbaikan di sejumlah ruas, termasuk Jalan Samanhudi di Luwuk. Proyek tersebut merupakan pekerjaan yang terpisah dari proyek jalan provinsi.
Masyarakat berharap seluruh pelaksana proyek lebih mengutamakan keselamatan pengguna jalan dengan segera menutup atau mengaspal kembali bekas galian, memasang rambu-rambu dan penerangan yang memadai selama pekerjaan berlangsung, serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(DQ74)














Komentar