gNews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel pada Jumat malam (22/8/2025).
Noel menjadi anggota pertama kabinet Prabowo-Gibran yang ditahan KPK, bersama sejumlah pegawai Kemenaker.
Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita kendaraan mewah, termasuk motor gede (Moge) Ducati dan beberapa mobil. Para tersangka ditahan selama 20 hari untuk penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini mengingatkan publik pada dugaan korupsi di Kemenaker yang menyeret nama Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Risharyudi Triwibowo (RYT).
Pada 21 Juli 2025, KPK telah menyita satu unit Harley Davidson miliknya yang tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dugaan Gratifikasi dan Sorotan Publik
RYT atau yang karib disapa Bowo, eks Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah periode 2019–2024, diduga menerima gratifikasi terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Ia mengaku pernah membeli moge Harley Davidson dari uang pemberian yang diterimanya, sebelum kemudian “dikembalikan” setelah kasus mencuat.
Namun, KPK menegaskan penyitaan dilakukan oleh penyidik karena barang tersebut terkait perkara.
Ketua Lembaga Pengacara Rakyat (LPR) Hartati Hartono mendesak KPK segera menetapkan Risharyudi sebagai tersangka, mengingat pengembalian barang bukti tidak menghapus unsur pidana.
Ketidakhadiran di Rakor KPK, Publik Curiga
Kecurigaan terhadap Risharyudi kian menguat setelah ia absen dalam Rakor pemberantasan korupsi bersama KPK pada 6 Agustus 2025 dengan alasan sakit.
Namun, sehari sebelum rakor, beredar video dirinya terlihat sehat dan berjoget pada acara pembukaan Balap Motor Bupati Buol Honda Cup Race.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Buol pun menilai alasan sakit tersebut hanya dalih untuk menghindari KPK.
“Buol butuh pemimpin yang menghadapi hukum dengan kepala tegak, bukan yang bersikap kontradiktif,” tegas Ketua HMI Buol, Arman A. Hala.
KPK Dalami Aset dan Aliran Dana
Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan penyidik telah menyita 14 kendaraan, termasuk moge milik Risharyudi, serta tanah dan bangunan di berbagai lokasi. Penyidikan juga diarahkan pada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).














Komentar