Ketiga, dari segi segmentasi milenial. 50 persen program yang dijalankan Rusdy-Ma’mun merupakan bagian dari usaha Cudy merintis jalan masa depan milenial.
“Misalnya, membangun infrastruktur logistik dan digitalisasi. Hal lainnya, Cudy-Ma’mun ingin membangun budaya kerja baru melalui literasi digital,” jelas Andika.
Keempat, katanya, sukses program. Kurun waktu hanya 2 tahun 9 bulan, pemerintahan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir banyak melakukan pembangunan secara berkeadilan.
Naiknya PAD dari Rp 900 miliar menjadi Rp 2 triliun lebih merupakan hal paling mendasar dalam sejarah kepemimpinan di Sulteng.
“Semua visi misi hanya bisa dijalankan secara cepat jika kondisi fiskal kita mampu mengcover semua. Ini paling utama dalam sebuah rencana pembangunan,” katanya.
Andika menambahkan, 10 titik jalan di beberapa kabupaten telah dikerjakan. Tahun depan jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulteng juga akan dikerjakan.
Tidak hanya itu, kesehatan dan pendidikan gratis sudah dicanangkan pemerintahan Rusdy-Ma’mun sebagai program prioritas.
Kemudian, dengan program bantuan tunai sudah ditunaikan sejak tahun 2022, hasilnya angka kemiskinan ekstrim Sulteng menurun.
“Bagi saya, empat faktor fundamental itu yang tidak dimiliki oleh kandidat manapun. Itu yang menjadi dasar utama rasionalisasi kemenangan Rusdy-Ma’mun menang sekali lagi hingga di angka 70 persen di pilgub 2024 ini,” tandas Andika.
Baca: Gerak Cepat Gubernur Cudy soal Banjir Bandang di Toribulu Parigi Moutong








Komentar