gNewa.co.id – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid secara resmi mengumumkan rencana ambisius pemerintah provinsi (Pemprov) untuk meninggalkan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan batu bara.
Sebagai gantinya, Sulteng akan menggenjot pemanfaatan energi surya dengan menjadikan seluruh kantor pemerintahan sebagai model percontohan.
“Ke depan, di Sulteng tidak akan ada lagi pembangkit listrik baru yang menggunakan fosil atau batu bara. Komitmen kami adalah bertransisi penuh ke energi bersih, dan itu dimulai dari atap-atap kantor kita sendiri,” tegas Anwar Hafid dalam pernyataannya usai dilantik sebagai Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sulteng di Palu, Senin siang.
Langkah konkret untuk mewujudkan deklarasi hijau ini sudah bergulir. Pemprov Sulteng telah menjalin kemitraan strategis dengan badan usaha milik Al Khairaat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di berbagai gedung pemerintah.
Saat ini, pembangunan telah berjalan di sejumlah lokasi, termasuk Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Provinsi.
“Target kami, tahun 2026 ini, seluruh kantor pemerintahan di Sulteng sudah harus menggunakan PLTS sebagai sumber energi utama,” tandasnya dengan optimis.








Komentar