gNews.co.id,- Bambang P Abdullah, S.Pd., resmi dilantik sebagai Camat Toili Barat definitif oleh Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., dalam pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai, Kamis (8/10/2026).
Pelantikan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Bupati Banggai tersebut menjadi babak baru bagi Bambang setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Toili Barat.
Hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., Kepala BKD Farid Hasbulah Karim, H. Alimudin, Staf Khusus Bupati Nurjalal, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Banggai.
Bambang dikenal telah menjalankan sejumlah langkah pelayanan selama menjabat sebagai Plt. Salah satu inovasi yang kini terus dikembangkan adalah pola pelayanan dengan mendekatkan kantor kecamatan kepada masyarakat.
Melalui program tersebut, jajaran Kecamatan Toili Barat turun dan berkantor langsung di desa-desa untuk memberikan pelayanan sekaligus menyerap persoalan masyarakat.
Langkah itu dinilai penting mengingat wilayah Toili Barat memiliki cakupan geografis yang luas dengan desa-desa yang saling berjauhan.
Sebenarnya fungsi utama Camat adalah koordinasi dan pengawasan. Kebijakan pemerintah kabupaten, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, akan kami terapkan di kecamatan,” ujar Bambang dalam keterangannya.
Ia menegaskan, setelah resmi menjadi Camat definitif, dirinya akan bekerja lebih maksimal untuk memastikan pelayanan pemerintah hadir hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya selalu dibebani untuk datang ke kantor kecamatan, terutama warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, lansia, maupun masyarakat yang tidak memiliki kendaraan.
Karena itu, pelayanan langsung di desa akan terus didorong.
Kita melayani masyarakat, bukan masyarakat yang harus datang untuk dilayani. Kalau masyarakat kesulitan datang ke kecamatan, kenapa tidak kita berkantor di desa?” katanya.
Tapal Batas Jadi Prioritas 100 Hari Kerja
Selain pelayanan publik, persoalan tapal batas antarwilayah desa menjadi salah satu agenda yang akan mendapat perhatian serius dalam 100 hari kerja Bambang sebagai Camat definitif.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah persoalan batas desa yang membutuhkan penyelesaian, termasuk persoalan lahan dan tumpang tindih dokumen kepemilikan.
Yang harus diselesaikan adalah persoalan tapal batas, termasuk beberapa kasus lahan antara warga desa satu dengan desa lainnya serta tumpang tindih surat-surat lahan,” ungkapnya.
Bambang mengatakan, sejumlah proses penyelesaian sebenarnya telah memiliki dasar dan tahapan. Namun, diperlukan koordinasi lebih lanjut agar persoalan tersebut dapat dituntaskan.
Dorong Pemanfaatan Danau untuk Irigasi
Persoalan ketahanan pangan dan ketersediaan air juga menjadi perhatian Bambang.
Ia mendorong agar potensi Danau yang berada di Desa Mekarsari dapat dikaji untuk dikembangkan menjadi sumber air bagi pertanian, khususnya persawahan tadah hujan.
Menurutnya, kondisi iklim dan musim kemarau yang panjang membutuhkan langkah antisipatif agar sektor pertanian masyarakat tidak terganggu.
Kami punya danau di Mekarsari. Kenapa tidak dikaji untuk dibuatkan waduk, kemudian airnya bisa dialirkan ke persawahan tadah hujan. Ini perlu dikaji,” ujarnya.
Ia mengatakan gagasan tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Banggai sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian di wilayah Toili Barat.
Pelayanan Harus Mampu Menjangkau Semua Wilayah bambang menjelaskan, wilayah Kecamatan Toili Barat kini mencakup 18 desa, termasuk satu desa persiapan hasil pemekaran.
Kondisi geografis yang luas dan jarak antarwilayah desa menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan pemerintahan.
Karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa menjadi kunci.
Desa-desa di Toili Barat berjauhan. Karena itu, fungsi koordinasi Camat sangat penting. Sukses atau tidaknya program pemerintah juga bergantung pada koordinasi yang baik dengan pemerintah desa,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin aparatur dan integritas dalam menjalankan tugas.
Menurut Bambang, aparatur pemerintah harus memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat oleh sebab itu ia ingat akan sebuah pesan disampaikan oleh.
Bupati Amirudin Jabatan Bukan untuk Dilayani
Dalam sambutannya, Bupati Banggai Amirudin mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak menjadikan jabatan sebagai kepentingan pribadi.
Jangan jadikan jabatan sebagai tangga untuk kepentingan pribadi, jadikan jabatan sebagai jembatan bagi kepentingan rakyat. Jangan bertanya apa yang akan kita berikan dari sebuah jabatan, tetapi tanyakan kepada diri kita sendiri apa yang dapat kita berikan melalui jabatan tersebut,” tegas Amirudin.
Bupati juga meminta para pejabat tidak hanya mampu menyusun laporan, tetapi harus hadir dengan solusi atas persoalan masyarakat.
Saya bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai memberi laporan. Kami membutuhkan pejabat yang mampu memberikan solusi. Jangan takut melakukan perubahan sepanjang berada di jalan yang benar dan sesuai ketentuan,” lanjutnya.
Pesan tersebut kemudian ditutup dengan penegasan bahwa jabatan merupakan amanah.
“Jabatan itu amanah. Jangan menunggu untuk dilayani, tetapi hadir untuk melayani,” kata Amirudin.
Kades Beri Apresiasi dalam pelaksanaan
Pelantikan Bambang sebagai Camat definitif mendapat respons positif dari sejumlah kepala desa di Toili Barat.
Kepala Desa Mekar Jaya, Abdul Hanan, menilai Bambang telah menunjukkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat sejak masih menjabat sebagai Plt.
Ia mencontohkan ketika terjadi banjir di wilayah Desa Mekar Jaya. Bambang disebut turun langsung melihat kondisi masyarakat dan melakukan koordinasi dengan BPBD.
Beliau datang langsung melihat kondisi wilayah kami. Kemudian berkoordinasi dengan BPBD dan keesokan harinya BPBD langsung turun,” ujar Abdul Hanan.
Sementara itu, Kepala Desa Rata, Ahmad Ambotang, mengatakan hubungan koordinasi antara pemerintah desa dengan Kecamatan Toili Barat selama ini berjalan baik.
Ia berharap setelah Bambang menjadi Camat definitif, penyelesaian sejumlah persoalan di wilayahnya dapat semakin dipercepat.
Permasalahan tapal batas sudah hampir selesai dan beberapa persoalan surat-surat yang tumpang tindih juga sudah ditangani. Kami berharap setelah beliau dilantik sebagai Camat definitif, semangatnya semakin kuat,” kata Ahmad.
Ia juga mendukung rencana pelayanan kecamatan dengan berkantor langsung di desa.
Dorong SPBU dan Infrastruktur Penerangan
Selain persoalan tapal batas dan pelayanan publik, Bambang juga mengungkapkan sejumlah agenda pembangunan yang sedang didorong, termasuk rencana pembangunan SPBU di wilayah Toili Barat.
Menurutnya, kebutuhan SPBU menjadi penting karena masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan bahan bakar.
Ia menyebut pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan anggota DPRD untuk membuka peluang investasi tersebut.
Salah satu investor sudah memiliki lahan dan rencananya akan dibangun SPBU. Ini masih dalam proses dan kami terus melakukan koordinasi,” jelasnya.
Di sektor penerangan, Bambang juga menyebut Kecamatan Toili Barat sebelumnya telah memperoleh bantuan sebanyak 75 titik lampu penerangan jalan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan.
Ia berharap program penerangan dapat terus dilanjutkan sehingga akses masyarakat, terutama di wilayah desa, semakin baik.
Bambang menegaskan, status sebagai Camat definitif akan menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih maksimal.
Yang kemarin sudah ada gerakan, hari ini harus lebih bergerak lagi karena sekarang tanggung jawabnya sudah penuh. Kami siap bekerja dan melayani masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan Bambang P Abdullah sebagai Camat Toili Barat definitif sekaligus menjadi harapan baru bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi pemerintahan, mempercepat penyelesaian persoalan tapal batas, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga.(DQ74).








Komentar