Pria Disabilitas Akan Segera Dapat Bantuan Kaki Palsu Kadinsos Hariadi Bola Apresiasi Perjuangan  Mencari Rejeki

gNews.co.id,- Kepedulian terhadap penyandang disabilitas menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan sosial yang humanis di Kabupaten Banggai.

Hal ini ditunjukkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., saat menerima langsung seorang warga penyandang disabilitas yang mengajukan permohonan bantuan kaki palsu.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., dalam mendorong pelayanan pemerintah yang mengedepankan kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan.

Warga bernama Pria disabilitas (39), asal Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banggai bersama keluarganya untuk menyampaikan proposal permohonan bantuan alat bantu mobilitas berupa kaki palsu.

Kedatangan Pahrianto disambut langsung oleh Hariadi Bola. Penerimaan tersebut mencerminkan pentingnya pelayanan publik yang ramah, terbuka, dan menghormati setiap warga tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang.

Di balik permohonan bantuan itu, tersimpan semangat Pria disabilitas untuk terus berjuang menjalani kehidupan. Meski mengalami disabilitas fisik sejak lahir, ia tetap berupaya memenuhi kebutuhan hidup dan memperjuangkan dukungan yang dapat membantunya beraktivitas secara lebih mandiri.

Bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan, kaki palsu bukan sekadar alat bantu fisik. Keberadaannya dapat menunjang mobilitas, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Hariadi Bola menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak setara dalam memperoleh pelayanan dan perhatian pemerintah.

Menurutnya, pelayanan sosial harus dilaksanakan dengan mengedepankan sikap ramah, responsif, serta memperhatikan kebutuhan setiap warga, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan khusus.

Prinsip tersebut sejalan dengan upaya membangun pelayanan publik yang inklusif, dengan menjunjung tinggi kesetaraan, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dinas Sosial Kabupaten Banggai selanjutnya akan menindaklanjuti permohonan bantuan kaki palsu yang diajukan Pria disabilitas agar sesuai mekanisme, persyaratan administrasi, dan ketentuan program bantuan yang berlaku.

Perjuangan Pria ini sudah menjadi gambaran bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar pihak yang membutuhkan bantuan, melainkan individu yang memiliki semangat, kemampuan, serta hak untuk memperoleh kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelayanan sosial yang inklusif tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan prosedur administrasi, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah hadir untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memberikan akses pelayanan secara adil.

Melalui pelayanan yang humanis, diharapkan penyandang disabilitas dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya untuk meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup.(DQ74).

Komentar