Ahmad Ali Minta Pemkot Lindungi Lahan Warga Talise yang Dikuasai CPM dan SPM

Lebih memprihatinkan, Isna mengungkapkan pernyataan Wali Kota yang dinilai merendahkan warga. 

“Beliau bilang, ‘Kalau saya negara, saya tidak akan pakai kalian. Saya akan bangun kota baru.’ Padahal kami warga asli yang tinggal di zona rawan bencana,” katanya dengan nada kecewa. 

Tuntutan Warga: Keadilan dan Pengakuan Hak

Isna menegaskan bahwa tuntutan warga bukanlah penguasaan lahan besar-besaran.

Mereka hanya meminta alokasi 25 x 25 meter per keluarga untuk tempat tinggal. Bahkan, sebagian warga telah merelakan lahannya untuk pembangunan hunian tetap (huntap). 

“Jika ini tanah negara, lalu kami siapa? Bukankah kami juga warga negara yang berhak dilindungi?” tanya Isna. 

Ia menambahkan bahwa masyarakatlah yang selama ini aktif menggarap dan merawat lahan tersebut. 

“Dalam konstitusi, rakyat harusnya diutamakan. Jangan abaikan kami yang sudah puluhan tahun menjaga wilayah ini. Kami hanya minta keadilan,” tandasnya.

Baca: Satu Hari Menjelang Pilkada, Ahmad Ali Ziarah Makam Ibu dan Minta Restu Ayah di Morowali

Komentar