Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo atas hadirnya program yang memberi kesempatan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Namun, dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan, terutama kekurangan tenaga pendidik untuk beberapa bidang, yakni guru Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam, dan Seni Budaya.
Menanggapi hal itu, Longki Djanggola berkomitmen mengoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencari solusi.
Ia menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat tak hanya ditentukan gedung dan jumlah siswa, tetapi juga kualitas serta kecukupan guru.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen DPR RI mengawal program pemerintah agar efektif, tepat sasaran, dan benar-benar membuka akses pendidikan lebih luas.
Dengan Sekolah Rakyat, pemerintah diharapkan tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi juga membangun harapan baru bagi anak-anak Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.








Komentar