Putra asal Desa Wuso, Kabupaten Morowali itu berpendapat, kurang lebih 60 persen sumbangsih UMKM dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kalau kemudian dirupiahkan, kurang lebih sekitar 8.500 triliun kontribusi sektor UMKM dalam perekonomian bangsa ini.
“Sekali lagi, keberadaan UMKM adalah pahlawan bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” tandasnya.
Saat dihubungi tim media, anggota DPR RI dua periode itu kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan UMKM di Sulteng.
Di matanya, UMKM tak ubahnya sebuah peluang besar yang sudah di depan mata. Jika pertumbuhan ekonomi antar wilayah kabupaten dan kota dapat merata, maka sektor satu ini harus diperhatikan.
UMKM berhubungan langsung dengan masyarakat bawah. Karena mereka adalah pelakunya langsung.
Jika sektor ini berkembang dan maju, sudah bisa diprediksi dampak positifnya.
“Lapangan kerja makin tersedia, angka kemiskinan pastinya berkurang signifikan,” tegas AA.
Sesuai data, hingga tahun 2024 jumlah UMKM di Sulteng mencapai sekitar 374.758 unit.
Jumlah itu didominasi usaha mikro, diikuti usaha kecil, dan sisanya adalah usaha menengah.
Baca: Mengapa Rekomendasi NasDem untuk Balon AA-AKA di Pilgub Sulteng Belum Keluar? Ini Penjelasannya








Komentar