gNews.co.id – Sebuah insiden singkat dalam sesi wawancara beberapa waktu lalu mendorong Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Sulteng, Herry Mulyadi untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan dan jurnalis yang bertugas di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.
Dalam surat permohonan maaf yang diterima media ini, Selasa (5/5/2026), Herry Mulyadi mengaku bahwa saat wawancara berlangsung, ia melontarkan kata “bodoh” yang dinilai tidak pantas.
Ia menyebut tindakan dan ucapannya sebagai hal spontanitas yang biasa ia lakukan dalam suasana keakraban, namun ia mengakui bahwa ungkapan tersebut salah kaprah dan terkesan arogan.
“Saya mengakui bahwa ucapan saya yang menyebut ‘bodoh’ adalah tindakan spontanitas bentuk keakraban biasa, namun dianggap salah, arogan, tidak menghormati profesi jurnalis, dan tidak mencerminkan perilaku profesional,” tulis Herry dalam surat bernomor 001/DP2KB/Permohonan Maaf/V/2026 yang diterima redaksi gNews.co.id pada Selasa (5/5/2026) malam.








Komentar