Camat Bambang Abdullah Gebrak Transformasi Digital, SATKER DIGITAL Satukan 17 Desa Toili Barat dalam Satu Sistem Terintegrasi

gNews.co.id,- Dalam rangka mendukung program Bupati Banggai yakni menuju Banggai Digitalisasi dan serah dengan program provinsi dan pusat hal ini di buktikan oleh kecamatan Toili Barat kembali menorehkan langkah maju dalam transformasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.

Di bawah kepemimpinan Camat Toili Barat, Bambang Abdullah, lahir sebuah inovasi strategis bernama SATKER DIGITAL (Satu Data Kecamatan Terintegrasi Desa Digital) yang berhasil mengintegrasikan 17 desa dalam satu sistem data digital berbasis real time.

Peluncuran SATKER DIGITAL yang digelar pada 25 Juni 2026 tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Toili Barat, Forum Kepala Desa, Ketua BPD beserta anggota, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.

Inovasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Banggai Digital yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mewujudkan pemerintahan modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi.

Camat Toili Barat Bambang Abdullah mengatakan, SATKER DIGITAL hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan pengelolaan data desa yang selama ini masih tersebar, berjalan secara manual, dan belum terintegrasi secara optimal.

Kondisi tersebut kerap menjadi kendala dalam proses pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengambilan kebijakan yang membutuhkan data akurat dan terkini.

Melalui sistem ini, seluruh data sektoral dari 17 desa kini terkoneksi dalam satu dashboard digital kecamatan yang dapat diakses secara real time. Kehadiran sistem tersebut memungkinkan pemerintah melakukan monitoring, evaluasi, hingga penyusunan program pembangunan secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. SATKER DIGITAL menjadi instrumen penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Bambang Abdullah.

Program ini dirancang untuk membangun sistem informasi desa yang saling terhubung, menyediakan data sektoral yang selalu diperbarui, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data.

Berbagai manfaat telah dirasakan sejak implementasi inovasi tersebut. Selain mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat, SATKER DIGITAL juga menghadirkan data yang lebih valid untuk mendukung pembangunan desa, meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam bidang digitalisasi, sekaligus memperkuat implementasi program Banggai Satu Data.

Keberhasilan inovasi ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah kecamatan bertindak sebagai koordinator, pemerintah desa sebagai operator data, sementara dukungan teknis melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, akademisi, relawan teknologi informasi, pelaku UMKM, masyarakat, hingga media massa.

Sebelum SATKER DIGITAL diterapkan, sebagian besar data desa masih tersimpan secara manual dan tersebar di berbagai dokumen. Akibatnya, pelayanan publik berjalan kurang efektif, koordinasi antar desa belum maksimal, dan proses pengambilan keputusan sering terkendala keterbatasan data terbaru.

Kini kondisi tersebut mulai berubah. Seluruh desa telah terhubung dalam sistem digital terpadu yang memungkinkan proses pelayanan berlangsung lebih cepat dan efisien. Pemerintah juga dapat memantau perkembangan pembangunan secara real time dan transparan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas desa maupun kecamatan.

Keunggulan lain dari SATKER DIGITAL adalah tersedianya aplikasi desa digital untuk penginputan data sektoral serta dashboard kecamatan yang menampilkan berbagai informasi penting, mulai dari data kependudukan, statistik desa, potensi wilayah, layanan mandiri masyarakat, pengaduan publik hingga lapak desa yang menjadi sarana promosi produk unggulan lokal.

Saat ini seluruh 17 desa di Kecamatan Toili Barat telah aktif menggunakan aplikasi layanan digital dan melakukan penginputan data secara berkala. Dashboard kecamatan juga telah beroperasi penuh sebagai pusat kendali data dan informasi pembangunan wilayah.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama keterbatasan jaringan internet di beberapa desa, keterlambatan penginputan data, serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola sistem.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah kecamatan terus melakukan pembinaan operator desa, memperkuat tata kelola data, serta mendorong setiap desa memiliki petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan data digital.

Menariknya, inovasi SATKER DIGITAL yang pertama kali diluncurkan pada 30 Juni 2024 ini telah mendapat perhatian dari berbagai daerah. Bahkan, Kecamatan Luwuk telah mereplikasi sistem tersebut sebagai model pengelolaan data desa terintegrasi.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa Kecamatan Toili Barat tidak hanya menjadi pelopor digitalisasi pemerintahan di tingkat kecamatan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan SATKER DIGITAL, Kecamatan Toili Barat optimistis mampu mempercepat terwujudnya pemerintahan yang modern, adaptif, dan berbasis data dalam mendukung pembangunan Kabupaten Banggai yang lebih maju dan berdaya saing.(DQ74)

Komentar

News Feed