gNews.co.id – Cara kuno menjegal lawan menjadi penegasan Anwar Hafid atau AH ketika ditanya soal potensi itu akan dilakukan.
Menurutnya, strategi paling ideal dan gentelmen itu adalah berkontestasi di hadapan rakyat.
Bukan dengan cara menjegal lawan supaya tidak ikut kontestasi Pilgub Sulteng mendatang.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini menyebut setiap politisi punya strategi masing-masing.
Oleh sebab itu, dibutuhkan program konkret dan gagasan lalu biarkan rakyat yang memilih.
Dilansir dari KabarSelebes.id, Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Anwar Hafid menanggapi sinyalemen dirinya akan dijegal lagi untuk maju menjadi Calon Gubernur Sulteng 2024.
Anwar Hafid pernah tak bisa berkontestasi di Pikada Gubernur Sulteng 2020 karena tidak mendapat partai koalisi.
Saat itu mayoritas partai dikuasai oleh Pasangan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir, yang dimotori oleh Ahmad M. Ali alias AA bersama gerbong NasDem.
Sementara Anwar Hafid yang berpasangan dengan Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu hanya didukung oleh Partai Demokrat sehingga tidak mencukupi syarat dukungan.
Sementara pasangan lain Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala didukung 7 Parpol, yaitu Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), PSI, Berkarya dan PKPI.








Komentar