Dua saksi lain, R (23) dan U (23), mengaku mendengar keributan dari kamar korban pada sore hari kejadian.
Sementara itu, saksi AS (26) menyatakan bahwa korban dan kekasihnya memang kerap terlibat pertengkaran akibat masalah hubungan asmara.
Polisi menduga kuat bahwa tekanan emosional akibat konflik dengan sang kekasih menjadi faktor pemicu dalam peristiwa tragis ini.
Barang Bukti dan Evakuasi
Tim penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, antara lain sebilah pisau, sebuah obeng, serta pakaian korban yang berlumuran darah.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan satu luka tusuk di bagian bawah perut korban,” jelas Kapolresta.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Kapolresta Palu kembali menegaskan komitmennya.
“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh,” tandas Hari Rosena.
Investigasi atas kasus ini masih terus berlanjut untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian mahasiswa tersebut.
Baca: Paket Lereng BPJN Dikerja Enteng? Satu Korban Tewas Longsor tak Tertolong








Komentar