Banjir bandang yang terjadi telah mengakibatkan kerusakan parah. Air bercampur lumpur menerjang pemukiman warga, merendam jalan utama desa, dan menghanyutkan sejumlah bangunan, termasuk rumah Kepala Dusun I dan beberapa unit rumah kos.
Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur memimpin koordinasi langsung dengan Camat Petasia Timur, aparat desa, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia memerintahkan semua pihak untuk bergerak cepat guna memulihkan akses jalan dan memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk memastikan perusahaan tambang bertanggung jawab penuh.
“Kerugian masyarakat ini harus segera diselesaikan. Saya bicara langsung, bukan lagi masyarakat. Perusahaan harus hadir dan bertanggung jawab,” ujarnya dengan nada tegas.










Komentar