Alasannya, IKN sebuah keniscayaan. Pembanguan di sana sedang ditingkatkan. Perhotelan bertaraf internasional, istana negara dan kantor kantor kementerian di IKN sedang berlangsung. Olehnya, Palu juga sedari sekarang, kata praktisi media di Sulteng mesti memiliki peta jalan (road map) Palu sebagai penyangga IKN.
Jangka pendeknya, Andono mengusulkan tahun 2024 Palu mesti memiliki program penciptaan iklim investasi, iklim pemihakan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, dan peningkatan kualitas tenaga kerja serta menurunkan angka pengangguran usia produktif.
‘’Palu sukses sebagai kota bersih. Penanganan sampah, revitalisasi TPA, menata drainase di tangan Pak Wali Hadianto. Sudah waktunya meningkatkan kesejahteraan warganya. Bersih kotanya, sejahtera warganya. Visi Perindo kesejahteraan,’’ jelas Cak Ando.
Dirinya yakin, Wali Kota Hadianto akan kembali sukses menata taraf hidup warga Palu. Karena sudah mulai meningkatkan taraf income pelaku padat karya. Maka lainnya akan mudah dilakukan.
‘’Mal Tatura kembali dibangun, Pasar Bambaru digratiskan untuk iklim usaha mikro, kecil dan menegah. Ditinjau kembali retribusi bagi warung – warung yang memberatkan, membangun kelurahan wisata, spot destinasi wisata baru ditawarkan ke investor dan lainnya. Pak Wali Hadianto pasti bisa,’’ katanya.
Setelah penantian yang cukup panjang dan berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah kota Palu yang dikomandani oleh walikota Hadianto Rasyid, akhirnya Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah berhasil meraih penghargaan Adipura.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE hari ini, Selasa (05/3/2024), di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Jakarta.
Hal ini buah dari kerja keras Pemerintah Kota hingga saat ini yang terus berupaya keras membenah wajah Palu menjadi kota yang betul-betul layak disebut sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca: Tahun Kedua Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepsek, Pemkot Gandeng Pihak Sampoerna














Komentar