Di sana, menurut warga, pelaksana proyek justru menggunakan batu Loli sesuai standar.
“Kenapa di Jonoge bisa pakai batu Loli, tapi di Bangga tidak? Ada perlakuan berbeda. Jangan-jangan pelaksana mau ambil untung lebih banyak dengan akali material,” karanya heran.
Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan lokal di Sulteng ini diketahui bersumber dari dana pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nomor IP-580, dan berada di bawah pengawasan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu. Nilai kontraknya mencapai Rp78,8 miliar dan dikerjakan dalam sistem multiyears.
Adapun item pekerjaan proyek ini meliputi:
• Pembangunan satu unit Sabo Dam
• Lima unit Consolidation Dam
• Satu unit jembatan dam
• Channel work sepanjang 850 meter
• Pengendalian sedimen dan pembangunan check dam serta tanggul penahan (Dayke Soil Cement)
Pekerjaan ini tersebar di dua lokasi utama, yakni Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan dan Sungai Paneki, Kecamatan Sigi Biromaru.
Warga berharap pihak-pihak terkait, terutama pihak pengawas dan instansi teknis, melakukan evaluasi dan pengecekan ulang terhadap spesifikasi material proyek.
“Ini menyangkut kualitas dan keselamatan masyarakat ke depan. Jangan main-main,” pungkasnya.
Sejauh ini tim media belum berhasil mengonfirmasi pihak perusahaan yang mengerjakan.








Komentar