Dukung Kebebasan Pers Supervisor ASDP Pagimana Hendro Tekankan Etika Jurnalistik Serta Koordinasi Lapangan

gNews.co.id – Supervisor ASDP Feri Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Hendro Prabowo Pinontoan, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa takut terhadap siapa pun, termasuk wartawan, selama maksud dan tujuan yang disampaikan bersifat baik serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Hendro saat ditemui awak media usai melakukan pengecekan loket penjualan tiket pada Minggu (21/12/2025) di Pelabuhan Feri Pagimana, Kabupaten Banggai.

Menurut Hendro, ia sangat mendukung kerja-kerja jurnalistik sebagai bagian penting dalam penyampaian informasi kepada publik.

Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap peliputan dilakukan dengan koordinasi yang baik serta tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.

Sebagai wartawan, seharusnya berita itu dikonfirmasi dari beberapa narasumber agar berimbang.

Apalagi jika menyangkut pekerjaan dan institusi, jangan sampai dicampuradukkan dengan urusan pribadi,” tegas Hendro.

Menanggapi isu yang sempat beredar dan mengaitkan namanya dengan jabatan Kepala ASDP Feri Pagimana serta sebuah kasus tertentu, Hendro menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan melalui klarifikasi yang beretika.

Kalau secara pribadi, saya menyarankan agar diklarifikasi dulu.

Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menjadi fitnah.

Saya juga kaget, peristiwa yang terjadi di Gorontalo kok dampaknya sampai ke saya di Pagimana, padahal saya tidak tahu-menahu soal itu,” ujarnya.

Hendro juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta hingga menyeret keluarganya.

Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian yang dimaksud, dirinya berada di area dermaga karena hobi memancing dan mengenakan pakaian preman, bukan sedang menjalankan tugas resmi sebagai pimpinan ASDP.

Saat itu saya melihat ada kapal masuk sehingga para pemancing diminta berhenti. Petugas security kami hanya menjalankan SOP dengan menanyakan identitas dan keperluan,” jelasnya.

Namun, lanjut Hendro, oknum yang mengaku wartawan dari salah satu media online tersebut menolak berkomunikasi dengan petugas keamanan dan langsung meminta bertemu pimpinan, bahkan menggunakan bahasa yang dinilai kurang berkenan.

Ia menegaskan bahwa sikap petugas keamanan semata-mata bertujuan untuk pelayanan dan pengamanan pelabuhan, bukan untuk menantang ataupun menghalangi tugas jurnalistik.

Ke depan, Hendro mengajak seluruh pihak, baik wartawan maupun LSM, agar senantiasa mengedepankan koordinasi yang baik serta menjunjung tinggi etika profesi demi terciptanya hubungan yang harmonis dan informasi yang sehat di tengah masyarakat.( DQ74 )

Komentar