Eksploitasi berlebihan tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan telah mengakibatkan degradasi lahan, pencemaran air, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Masyarakat yang terdampak mengeluh karena tidak ada kompensasi yang memadai untuk kerugian yang mereka alami.
“Macmahon dan Anthoni Salim hanya melihat tambang sebagai mesin uang. Mereka tidak peduli dengan kerusakan lingkungan atau dampak sosial yang ditimbulkan. Ini adalah bentuk oligarki yang merugikan rakyat,” tegas Muh Masykur.
Protes Masyarakat dan Ancaman Konflik Sosial
Protes dari masyarakat lokal semakin menguat seiring dengan kebijakan perusahaan yang dinilai tidak adil.
Warga Poboya dan sekitarnya menuntut agar PT CPM kembali memperhatikan kepentingan mereka dan menghentikan praktik eksploitatif yang merusak lingkungan.
Jika tidak ada perubahan kebijakan, konflik ini berpotensi meluas dan mengancam stabilitas sosial di wilayah tersebut.
Masa Depan PT CPM di Tengah Tekanan Sosial
PT CPM kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, perusahaan ini memiliki potensi ekonomi yang besar.










Komentar