Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan bahwa Sulteng tidak hanya menawarkan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan dalam mendukung investasi.
Hal ini mencakup komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan penyediaan infrastruktur pendukung.
“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelas Anwar Hafid.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga menawarkan peluang investasi di sektor kesehatan, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di kawasan Indonesia timur.
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Gubernur dan Dubes UEA optimistis kolaborasi ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulteng ke depan.













Komentar