Gubernur Anwar Hafid: Masjid Pusat Keberkahan, Kunci Majukan Pendidikan Sulteng

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan dalam dunia pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan rasional semata. Peran doa dan ketergantungan kepada Tuhan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk perilaku dan perkembangan siswa.

“Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah, terutama anak-anak ini, jika bukan karena Allah,” ungkapnya.

Tolak Kekerasan, Utamakan Akhlak dan Doa

Anwar Hafid juga menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh diwarnai dengan kekerasan. Sebaliknya, metode pendidikan harus mengedepankan akhlak, keteladanan, dan doa sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.

“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, gubernur memperkenalkan penguatan program Sulteng Mengaji sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang dekat dengan Alquran. Ia meyakini, jika nilai-nilai tersebut dijaga, maka berbagai urusan akan dimudahkan dan tujuan pembangunan daerah dapat tercapai.

Retret kepala sekolah ini, menurutnya, akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi mewujudkan Sulteng Berkah, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material sekaligus kuat secara spiritual.

“Insya Allah, pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” tandasnya.

Baca: Di Haul ke-58 Guru Tua, Gubernur Anwar Hafid Serukan Perjuangan Pendidikan, Akhlak, hingga Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah 

Komentar