Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa indikator keberhasilan pembangunan harus diukur melalui parameter resmi seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS. Menurutnya, data-data tersebut menjadi dasar dalam setiap forum koordinasi, termasuk saat berdiskusi dengan para bupati dan wali kota se-Sulteng.
“Ukuran kita itu IPM, ukuran kita itu pertumbuhan ekonomi. Makanya kalau ada rapat bersama bupati, saya minta teman-teman BPS bisa hadir untuk memaparkan kondisi riil masyarakat kita. Jangan sampai kita bicara berdasarkan perasaan, tapi harus berdasarkan data,” imbuhnya.
Kepala BPS Sulteng, Daryanto, menyambut baik komitmen Gubernur Anwar Hafid. Ia menyatakan kesiapan institusinya untuk terus mendukung program pembangunan di Sulawesi Tengah dengan menyediakan data statistik yang berkualitas dan mutakhir.
“Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov. Data yang kami hasilkan diharapkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi betul-betul digunakan sebagai panduan dalam merencanakan dan mengevaluasi pembangunan. Arahan Bapak Gubernur ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan statistik,” ujar Daryanto.
Dengan penguatan kolaborasi ini, diharapkan seluruh kebijakan pembangunan di Sulawesi Tengah ke depan dapat lebih tepat sasaran, efektif, dan pada akhirnya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.








Komentar