Gubernur Sulteng Pimpin Rapat Penyusunan RPJMD 2025-2030, Fokus Solusi Konkret Pembangunan Daerah

gNews.co.id – Gubernur Anwar Hafid bersama Wagub Sulteng Reny Lamadjido, memimpin rapat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD 2025-2030 di Ruang Rapat Polibu, Sabtu (8/3/2025).

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Novalina, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Christina Shandra Tobondo.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa RPJMD harus menjadi pedoman nyata dalam pembangunan daerah, bukan sekadar dokumen teoritis.

Ia menyoroti sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi Sulteng, seperti tingginya angka kemiskinan, pengangguran yang belum tertangani secara optimal, dan keterbatasan infrastruktur yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Banyak anak-anak masih putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, sementara petani dan nelayan belum mendapatkan nilai tukar yang layak atas hasil produksinya. Ini harus menjadi perhatian serius dalam RPJMD,” tegas Anwar Hafid.

Gubernur menekankan bahwa RPJMD harus berorientasi pada solusi konkret yang dapat dijalankan dan diukur keberhasilannya. Ia mengusung visi Sulteng Nambaso, yang berarti Sulawesi Tengah harus maju di segala bidang dengan program-program strategis yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

**Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas**

Di sektor pendidikan, Anwar Hafid berkomitmen meningkatkan akses bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem melalui program beasiswa, termasuk bagi siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial.

Sementara itu, di bidang kesehatan, ia menegaskan pentingnya jaminan layanan medis yang lebih inklusif.

“Masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan perawatan tanpa terkendala administrasi BPJS. Tidak boleh ada lagi warga yang ditolak berobat hanya karena kartu kepesertaan BPJS mereka menunggak,” ujar Anwar Hafid.

Penanganan Inflasi dan Penguatan Budaya Lokal

Pemerintah juga akan fokus menekan angka inflasi dengan menstabilkan harga bahan pokok, terutama di daerah terpencil yang sering menghadapi lonjakan harga akibat distribusi yang tidak merata.

Baca: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Ajak BPKP Tingkatkan PAD

Komentar