Dia juga menambahkan bahwa anak-anak petani tidak boleh malu menjadi petani, melainkan harus bangga dan lebih maju dibanding generasi sebelumnya.
Ahmad Ali, yang lahir dari keluarga petani, mengungkapkan cita-citanya untuk menjadikan Sulteng sebagai pemain utama dalam menyediakan logistik untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia yakin bahwa Sulteng memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional jika pemerintah mendukung sektor pertanian dengan kebijakan yang pro-petani.
“Kami berdua ingin memastikan Sulawesi Tengah menjadi penyedia utama logistik untuk Ibu Kota Nusantara. Letak strategis Sulawesi Tengah memberikan kita keuntungan untuk mengembangkan sektor ini,” jelas Ahmad Ali.
Untuk mencapai visi tersebut, pasangan Beramal berencana melahirkan program-program yang mempermudah akses petani terhadap pupuk dengan harga terjangkau, menyediakan bibit unggul, serta memperkenalkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas.
Ahmad Ali juga menyoroti pentingnya teknologi rekayasa cuaca untuk mencegah gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Menurutnya, negara-negara maju telah memanfaatkan teknologi ini untuk menjamin hasil pertanian, dan hal serupa perlu diterapkan di Sulteng.
Program asuransi pertanian juga akan menjadi solusi agar petani tidak dirugikan oleh kondisi yang tidak terduga.
Mengenai infrastruktur, Ahmad Ali berjanji akan memperbaiki jalan-jalan pertanian yang rusak, terlepas dari status kepemilikan jalan tersebut, apakah milik provinsi atau kabupaten.










Komentar