gNews.co.id – Mantan Bupati Kabupaten Sigi dua periode, Mohamad Irwan Lapatta kini mengemban amanah baru sebagai Ketua Satria Sulawesi Tengah (Sulteng), organisasi sayap Partai Gerindra.
Penunjukan ini menandai langkah politik Irwan Lapatta setelah sebelumnya menyatakan rehat dari aktivitas politik di Partai Golkar, termasuk di sayap partai Kosgoro.
Meski demikian, Iwan sapaan karib Mohammad Irwan Lapatta menegaskan bahwa statusnya saat ini masih sebatas pimpinan organisasi sayap partai dan belum secara resmi menjadi anggota besutan Prabowo Subianto.
Iwan Lapatta menjelaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Satria Sulteng didasari oleh komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh, termasuk Akbar Andi Agtas dan Sekretaris Jenderal Satria.
“Kemarin kan saya, ada saat kemarin, beberapa saat kemarin saya jendak, saya beristirahat, saya menepi sejenak,” tutur Iwan Lapatta di kantor sekretariat DPD Gerindra, Sabtu (14/2/2026).
Hal tersebut mengindikasikan periode refleksi sebelum menerima mandat ini. Proses penunjukan ini bermula dari perbincangan mengenai program pertanian di Jakarta.
“Saya berkomunikasi dengan beliau (Akbar Andi Agtas), kemudian beliau ajak ke teman-teman saya partai, salah satunya Sekjen Satria,” ungkapnya.
Dari pertemuan tersebut, tawaran untuk memimpin Satria Sulteng pun muncul.
“Nanti kalau bersedia memegang saya partai, ya saya bilang ya bismillah kalau memang itu dipercayakan, saya siap untuk melaksanakan ini,” ujar Iwan.
Status Keanggotaan dan Afiliasi Politik
Iwan Lapatta menekankan pentingnya membedakan antara organisasi sayap partai (ormas) dengan keanggotaan partai politik.
“Tapi belum menjadi anggota partai politik, partai Gerindra, karena di sahabat ini kan sebenarnya kalau kita lihat makna dari sahabat ini, dia ASN pun bisa menjadi pengurus, karena dia ormas, tidak berarti hak politik dia, tidak berarti ketika masuk di sahabat ini, dia sudah menjadi anggota partai politik Gerindra, tapi sayap partai,” tutur Iwan Lapatta.
Menurutnya, afiliasi melalui sayap partai berarti dukungan terhadap arah politik tertentu, namun tidak serta merta menjadikan seseorang anggota partai.
Ia juga menyinggung aturan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait hak politik.
“Ya aturan ASN kalau pun ada berkaitan dengan politik, ya hak politik untuk memilih apapun karena itu berhak, tapi dia tidak berhak untuk menyampaikan kampanye-kampanye, kan sudah diatur sama dengan ormas-ormas saya partai lainnya,” katanya.
Iwan Lapatta saat ini sedang dalam proses menyusun kepengurusan Satria Sulteng dan akan segera mengirimkannya ke DPP Satria Nasional.
“Untuk sementara ini, saya diundang sebagai saya partai. Saya partai yang memang saya sementara dalam bentuk lisan kemarin dipercayakan untuk menyusun kepengurusan Satria Sultan,” jelas Iwan Lapatta.
Ia menambahkan bahwa keanggotaan resmi di Partai Gerindra baru akan sah jika sudah ada Surat Keputusan (SK) partai.
“Supaya jangan salah penafsiran publik lagi, tapi insya Allah akan ke situ. Akan ke situ, pasti arahnya ke situ, tapi kita bicara formal, legalitas formal, karena saya juga tidak mau mengaku-ngaku bahwa sudah bagian dari simpatisan itu oke, tapi secara formalitas keputusan belum ada SK,” jelas Iwan Lapatta.
Pindah dari Golkar Tanpa Persoalan
Mengenai kepindahannya dari Partai Golkar, Irwan Lapatta menyatakan bahwa hal tersebut tidak menimbulkan masalah.
“Kepindahan saya dari partai Golkar ke salah satu ormas, saya pikir tidak ada persoalan apa-apa,” ungkapnya.
Baca: Gubernur Cudy Dorong Iwan Lapatta Maju Jadi Kandidat Ketum KONI Sulteng 2025? Bismillah!








Komentar