Ia memuji Partai Golkar sebagai partai modern yang terformat rapi, dan menilai Partai Gerindra juga memiliki karakteristik serupa.
“Saya sudah berhenti (dari Golkar) ketika sudah menyampaikan ucapan dan sudah ada surat tertulis,” tegas Iwan Lapatta.
Ia mengaku berhenti dari Golkar saat musyawarah pada tanggal 18 yang menjadi titik resminya.
“Jadi saya sudah bebas menentukan sikap, kemanapun saya bisa, tidak ada masalah,” tandasnya.
Relawan Siap Bergabung
Iwan Lapatta juga mengungkapkan bahwa para relawannya siap untuk bergabung dengan Satria Sulteng.
Ia membedakan antara relawan yang belum berafiliasi dengan partai politik sebelumnya (jaringan lepas) dan relawan yang mungkin berasal dari partai lain.
“Jaringan lepas ini tidak punya identitas partai, itu relawan-relawan yang saya sudah bina hampir 12 tahun lebih,” ungkap Iwan Lapatta.
Jumlah relawan yang tercatat di Sigi mencapai lebih dari 2.100 orang, dan diperkirakan total relawan di seluruh Sulteng bisa mencapai 10.000 orang.
“Kalau mereka bersuka rela, ada satu dua yang masuk, insya Allah,” katanya,
Iwan menambahkan bahwa tidak akan memaksa atau mengganggu ruang gerak relawan yang sudah berafiliasi dengan partai lain. Ini menunjukkan pendekatan inklusif dalam membangun kekuatan Satria Sulteng di bawah kepemimpinannya.














Komentar