Gubernur Anwar Hafid menyatakan Pemprov tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung, dengan fokus utama pada kesiapan energi bersih.
“Kita akan selesaikan PLTA Banggaiba di Sigi terlebih dulu, baru bangun jaringan ke NEPIE. Ini akan jadi kawasan industri hijau karena energinya dari PLTA,” jelas Gubernur Anwar di Parigi, Sabtu (24/1/2026).
Anwar menjelaskan NEPIE akan mengolah bahan baku low grade dari Morowali dan daerah lain menjadi produk lebih jadi. Ia menegaskan komitmen untuk tidak lagi mengizinkan smelter yang tidak ramah lingkungan.
Janji Penyelesaian Lahan dan Persiapan SDM
Menanggapi potensi konflik lahan, Gubernur Anwar Hafid memastikan pemerintah akan menanganinya dengan bijak agar tidak merugikan masyarakat dan memberikan kepastian hukum bagi investor.
Di sisi lain, Pemprov telah mulai melatih tenaga kerja lokal dan akan mendapat dukungan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) modern dari Kementerian Ketenagakerjaan.
“Melalui persiapan energi, SDM, dan tata kelola lahan yang matang, kami harap NEPIE jadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelas Gubernur Anwar Hafid.
Latar Belakang Proyek
Persiapan kawasan industri NEPIE telah dilakukan sejak 2023 oleh PT ATHI, anak perusahaan PT Anugrah Neo Energy Materials, di atas lahan sekitar 20 hektare di Desa Siniu. Saat ini, pembangunan kantor kawasan industri sebagai syarat izin telah dimulai.
Proyek ini kini berada di titik krusial: antara harapan menjadi pionir industri hijau dan pencipta lapangan kerja, dengan tuntutan konkret penyelesaian hak-hak dasar masyarakat di sekitarnya.










Komentar