gNews.co.id,- Menjelang babak 32 besar Open Turnamen Mini Soccer Perebutan Hadianto Rasyid Cup 2026 di Lapangan Buana Nambo, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai.
Dengan tegas pihak panitia bersama pengurus sepak bola dan pembina SSB menegaskan komitmen untuk memperketat sistem keamanan demi mencegah terulangnya insiden yang sempat terjadi pada pertandingan sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Syahril Hanapi, Wakil Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Banggai Sumitro Aliwu, serta Presiden SSB Buana Nambo Mohammad Hadiwiyono saat diwawancarai awak media di Lapangan Buana Nambo, Rabu malam (13/05/2026).
Dengan Insiden pengeroyokan yang terjadi dalam turnamen tersebut sebelumnya sempat memicu polemik hingga aksi pemblokiran jalan oleh warga dan menyeret sejumlah nama tokoh.
Menyikapi hal itu, panitia dan pengurus sepak bola menjadikannya sebagai bahan evaluasi besar untuk pelaksanaan pertandingan selanjutnya.
Ketua Panitia Syahril Hanapi yang juga mantan Manajer Club Mutiara Nambo menegaskan bahwa pengamanan akan diperketat memasuki babak 32 besar yang menggunakan sistem gugur.
Menurutnya, pihak panitia telah mengambil langkah antisipasi dengan menambah personel keamanan, berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga meminta bantuan tambahan pengamanan dari Brimob serta tim pengamanan lokal.
Ini menjadi pengalaman besar bagi kami. Ke depan pengamanan akan diperbanyak karena pertandingan sudah memasuki fase gugur yang tensinya pasti meningkat.
Kami ingin semua berjalan aman sampai final,” ujar Syahril.
Ia menjelaskan, turnamen yang diikuti 47 tim tersebut diperkirakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Selain pengamanan, panitia juga memastikan kesiapan ambulans dan fasilitas pendukung lainnya sesuai standar pelaksanaan pertandingan.
Syahril berharap seluruh penonton, pemain dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan demi suksesnya turnamen yang menjadi awal pengembangan sepak bola malam hari di Nambo.
Insya Allah ke depan bukan hanya mini soccer. Kami punya rencana mengembangkan lapangan ini menjadi pusat sepak bola malam hari dengan fasilitas yang lebih lengkap,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Banggai, Sumitro Aliwu atau yang akrab disapa Bagong, mengaku sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut.
Mantan pemain nasional itu menilai kejadian tersebut menjadi tamparan sekaligus evaluasi penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan sepak bola di Kabupaten Banggai.
Kami dari Askab sangat menyayangkan kejadian itu karena membawa nama besar sepak bola Banggai.
Namun ini menjadi evaluasi bersama bahwa pertandingan tanpa pengamanan yang maksimal tidak boleh dilaksanakan,” tegas Sumitro.
Ia menambahkan, Askab bersama panitia telah melakukan berbagai langkah penyelesaian, termasuk memberikan perhatian dan santunan kepada korban.
Menurutnya, ke depan seluruh tim, manajer dan pelatih wajib menandatangani komitmen tertulis terkait tata tertib pertandingan agar setiap pihak memahami aturan dan tanggung jawab masing-masing.
Keamanan dan kesiapan panitia adalah hal paling krusial dalam pertandingan. Semua harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Di sisi lain, Presiden SSB Buana Nambo Mohammad Hadiwiyono menilai pembinaan usia dini menjadi solusi jangka panjang untuk membangun karakter dan mental pemain sepak bola di Banggai.
Ia mengatakan SSB Buana Nambo didirikan sebagai wadah pembinaan generasi muda agar sepak bola tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas dan sportivitas yang baik.
Kalau pondasi pemain dibangun sejak usia dini, maka emosinya akan lebih terkontrol dan kualitas sepak bolanya juga meningkat,” jelas Hadiwiyono.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan sepak bola daerah.
Saat ini pihaknya terus berupaya membenahi fasilitas, termasuk penerangan lapangan agar pertandingan malam hari bisa berjalan maksimal.
Hadiwiyono juga mengajak pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh elemen untuk mendukung pengembangan sepak bola di Kecamatan Nambo yang dinilai memiliki banyak bibit potensial.
Kami ingin membangun sepak bola Banggai dimulai dari Nambo. Banyak talenta muda di sini yang perlu mendapat perhatian dan pembinaan,” ujarnya.
Pada akhir wawancara, Sumitro Aliwu kembali menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap fasilitas olahraga, khususnya lapangan home base SSB Buana Nambo.
Ia berharap adanya intervensi dan perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk membantu pembenahan lapangan, pemagaran serta fasilitas penunjang lainnya.
Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Lapangan ini adalah tempat pembinaan generasi muda dan bagian dari masa depan sepak bola Banggai,” pungkasnya.
(DQ74)














Komentar