Kadis TPHP Banggai Subhan Lanusi Bersama Tim CWS Kementan Matangkan Program Strategis Demi Percepatan Swasembada Pangan Nasional

gNews.co.id,- Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, M.P., bersama para kepala bidang menerima kunjungan Tim Cost Weather Station (CWS) Kementerian Pertanian dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah dalam rangka sinkronisasi dan konsolidasi Program Strategis Kementerian Pertanian yang berlangsung pada 20–24 Juli 2026.

Pertemuan yang digelar di Kantor Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Selasa (21/7/2026), hal ini  menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan seluruh program strategis pertanian berjalan optimal serta meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.

Disaat mendampingi Kadis TPHP Banggai pada  kegiatan tersebut turut hadir Kabid Tanaman Pangan Hendra Saajad, S.P., M.P., Katimker Kabupaten Banggai Akat Adi Wasono, S.P., M.Si., Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Fadli Salawali, S.P., M.P., serta Kabid Hortikultura Choirul Ashari Mambuhu.

Sementara dari Tim CWS Provinsi Sulawesi Tengah hadir Kaharudin, S.P., M.P., Nasarudin, S.P., M.P., Piana, S.P., Adrian, S.P., bersama Tim BRMP Sulawesi Tengah yang terdiri dari Nurmasita Ismail, S.P., M.Si., Muchtar, S.P., M.P., Irwan Saluki Padang, S.P., M.P., dan Harry Suharto.

Dalam pemaparannya, Tim CWS Kementerian Pertanian menjelaskan perkembangan Program PM AAS di berbagai sektor. Pada bidang perkebunan, realisasi bantuan tahap pertama telah mencapai sekitar 1.135,5 hektare dari target 2.500 hektare, sedangkan tahap kedua telah memasuki proses verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).

Di sektor hortikultura, proses verifikasi kawasan terus dilakukan bersama pemerintah daerah agar seluruh persyaratan administrasi dapat segera dipenuhi. Tim juga mengingatkan bahwa target CPCL Kabupaten Banggai mencapai 3.540 hektare yang telah dibagi kepada para penyuluh dengan tanggung jawab pendampingan sekitar 20 hektare per penyuluh.

Penyelesaian dokumen CPCL, termasuk data spasial atau poligon lahan, menjadi perhatian utama agar seluruh pelaporan melalui aplikasi berjalan sesuai ketentuan. Tim CWS juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Tim CWS Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendampingi para penyuluh agar target program dapat diselesaikan tepat waktu.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, M.P., menegaskan bahwa sistem penilaian kinerja penyuluh kini menggunakan akun dengan akses terbatas sehingga proses evaluasi berlangsung lebih objektif dan transparan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan pertanian modern dan pertanian presisi sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian yang terus didorong pemerintah.

Lebih lanjut menurut Subhan, Kabupaten Banggai memiliki potensi besar mendukung target swasembada pangan nasional karena produksi gabah dan beras dinilai mampu memenuhi kebutuhan daerah apabila seluruh tahapan budidaya dilaksanakan secara optimal.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama penggunaan pupuk yang belum sesuai dosis anjuran sehingga produktivitas lahan belum merata.

Seluruh pihak harus aktif melaporkan perkembangan kegiatan mulai dari penanaman hingga pertumbuhan tanaman setiap hari agar pemerintah daerah maupun Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dapat melakukan pemantauan secara berkelanjutan,” tegas Subhan.

Pada kesempatan yang sama di sampaikan  Kabid Tanaman Pangan Hendra Saajad mengungkapkan bahwa koordinasi pelaporan antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berjalan semakin baik. Bahkan, sinkronisasi data yang dilakukan bersama menjadi contoh dalam rapat koordinasi tingkat provinsi sulawesi tengah.

Tak hanya itu di sisi lain, Kepala bidang PSP Fadli Salawali menjelaskan bahwa berbagai bantuan sektor pertanian terus disalurkan, termasuk Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang mendapat tambahan alokasi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 150 unit pompa air yang akan segera didistribusikan ke wilayah yang mengalami kekurangan air untuk mendukung musim tanam sekaligus pengembangan kawasan cetak sawah baru.

Usai pertemuan di Dinas TPHP, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi bersama penyuluh pertanian, koordinator wilayah, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) guna menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian.

Sehingga untuk  22 Juli 2026, Tim CWS dijadwalkan melaksanakan konsolidasi di Kecamatan Batui dan Batui Selatan yang dirangkaikan dengan tanam bersama Program PM AAS, sosialisasi aplikasi SIMAAS, serta penguatan kapasitas penyuluh.

Selanjutnya, pada 23 Juli 2026, kegiatan berlanjut di Kecamatan Bunta, Nuhon, dan Lobu melalui konsolidasi serta sosialisasi Program PM AAS dan aplikasi SIMAAS kepada para penyuluh pertanian.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyuluh semakin solid sehingga seluruh program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal, mempercepat peningkatan produktivitas pertanian, serta mewujudkan kesejahteraan petani di Kabupaten Banggai.(DQ74)

Komentar