“Saya pasti menolak secara terbuka kalau Pancasila ini mau diganti,” kata Mahfud.
Daripada negara Islam, Mahfud MD lebih setuju jika dibentuk komunitas-komunitas Islam di masyarakat dan lingkungan kampus. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masjid, termasuk di lingkungan Universitas Airlangga.
“Di setiap fakultas, kan, ada masjid,” ujar dia pula.
Dia juga mengatakan bahwa Pancasila, demokrasi, dan bentuk negara Indonesia merupakan ijtihad yang dilakukan oleh tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia.
“Bung Karno itu santri juga,” kata Mahfud.
Dari sana, Mahfud berpesan untuk berhati-hati dalam memilih pemimpin. Jangan sampai pemimpin yang dipilih mengganti demokrasi di Indonesia.
“Tahun depan kita pemilu. Cari presiden yang bener,” ujar Menko Polhukam.
Berkaca pada peristiwa 1998, dirinya juga mengajak agar sivitas akademika terus berdemokrasi. Mereka juga berperan dalam mereformasi demokrasi jika dirasa perlu.








Komentar