Nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh setiap agama menjadi landasan moral agar setiap aparatur tetap teguh menjalankan amanah, menjadikan setiap ujian sebagai sarana memperbaiki diri, serta terus membangun Kejaksaan yang bersih, profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.
Dalam arahannya, Jaksa Agung menegaskan lima prioritas utama Kejaksaan Republik Indonesia:
1. Memastikan penanganan perkara yang menjadi perhatian publik dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan bebas dari intervensi;
2. Melanjutkan penanganan perkara-perkara besar yang berdampak terhadap kepentingan masyarakat dan penyelamatan keuangan negara;
3. Memperkuat pengawasan internal guna mencegah penyalahgunaan kewenangan;
4. Meningkatkan keterbukaan informasi dan komunikasi publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi;
5. Menjaga persatuan dan soliditas Korps Adhyaksa dalam mengemban tugas penegakan hukum.
Jaksa Agung juga menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan jalan pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada hukum, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Kewenangan yang dimiliki aparat penegak hukum harus digunakan secara adil, tanpa pandang bulu, serta tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan maupun kepentingan apa pun.
Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk terus memegang teguh nilai-nilai Satya, Adhi, Wicaksana sebagai jati diri Korps Adhyaksa, yakni setia kepada negara dan kebenaran, sempurna dalam pelaksanaan tugas, serta bijaksana dalam menggunakan kewenangan.
Beliau juga mengajak seluruh jajaran menjadikan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 sebagai momentum kebangkitan untuk terus membangun kepercayaan publik melalui kerja yang jujur, berani, terukur, dan berlandaskan integritas demi tegaknya hukum serta terwujudnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.














Komentar