Keluarga Besar Intje Ami Daeng Sutte Gelar Haul Mengenang Keteladanan Sang ‘Khadijah in Kaili’

Dari sejumlah kesaksian keluarga yang diungkapkan dalam acara tersebut, Intje Ami digambarkan sebagai sosok perempuan tangguh dengan pengaruh besar. Dalam biografinya, ia bahkan diibaratkan sebagai “Khadijah in Kaili” karena kemuliaan hatinya. Seluruh harta yang dimilikinya direlakan untuk mendanai perjuangan pendidikan Al-Khairaat, menjadikannya fondasi penting dalam perjalanan dakwah yang kini berkembang luas.

Biografi yang ditulis tentang dirinya juga mencatat keteguhan, pengorbanan, dan ketulusan beliau yang menjadi pilar utama keberhasilan dakwah Guru Tua.

Dalam penjelasan silsilah keluarga, disebutkan bahwa Intje Ami pernah menikah sebelum bersama Guru Tua. Dari garis keturunannya, salah seorang cicit beliau adalah Fahmi Pettalongi, putra dari Prof. Suleman, yang dikenal sebagai mantan Rektor STAIN (kini UIN Datokarama) Palu.

Keluarga besar berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhumah. Upaya dokumentasi sejarah juga terus dilakukan, termasuk melalui penyusunan buku biografi, agar jejak pengabdian beliau tetap terarsipkan secara utuh dan dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Pelaksanaan haul kali ini berlangsung dengan penuh khidmat, ditandai dengan pembacaan doa bersama, tausiyah, serta penggalangan komitmen bersama untuk melanjutkan semangat perjuangan Intje Ami Daeng Sutte dalam mendukung pendidikan dan dakwah di tanah Kaili.

Baca: Di Haul Guru Tua, Longki Djanggola Kenang Keteladanan Habib Idrus dalam Kesederhanaan dan Keikhlasan

Komentar