gNews.co.id – Sejak dini hari, tepat pukul 01.00 WIB, Longki Djanggola bersama rombongan Anggota Komisi II DPR RI mulai bergerak.
Dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Mutiara Sis Alufri, Palu. Bukan perjalanan yang nyaman, apalagi singkat. Namun ada tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sekadar rasa lelah.
Hari itu, Longki Djanggola mantan Gubernur kini duduk sebagai Anggota Komisi II DPR RI kembali berpijak di bumi Palu.
Bukan untuk seremonial, melainkan untuk menyelami langsung persoalan agraria yang selama ini mungkin hanya tampak sebagai angka dan laporan di atas meja.
Di ruang pertemuan bersama Gubernur Sulteng Anwar Hafid, para bupati dan wali kota, serta jajaran Kantor ATR/BPN Sulteng, Longki mendengar dengan saksama.
Konflik lahan, ketidakpastian hukum, hingga harapan masyarakat yang menanti kepastian dan keadilan. Di sinilah, semuanya terasa nyata.
“Tugas kami bukan hanya duduk di parlemen, tapi hadir, mendengar, dan memastikan solusi benar-benar berjalan,” tegas Longki.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra (Fraksi Partai Gerindra) ini turut didampingi sejumlah anggota dewan lainnya, Kamarudin Watubun, Shintya Sandra Kusuma, Ahmad Irawan, Taufan Pawe, Heri Gunawan, Cindy Monica Salsabila Setiawan, serta Aus Hidayat Nur.
Mereka tidak hanya berdiskusi di dalam ruangan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan.
Bagi Longki yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja biasa.
“Ini adalah pengingat. Bahwa setiap keputusan yang kami ambil, ada rakyat yang menunggu kepastian,” tegas Longki Djanggola.
Bahwa setiap kebijakan yang mereka buat, katanya, ada kehidupan yang dipertaruhkan.
Baca: Anggota DPR RI Longki Djanggola Kunjungi Desa Beka, Serap Aspirasi dan Tinjau Bantuan Perumahan












Komentar