Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara (Kecamatan Mamosalato dan Bungku Utara) ini telah membangun kebun plasma seluas 1.934 hektare di Mamosalato dan 913 hektare di Bungku Utara.
“Dampak ekonomi yang paling terasa adalah peningkatan pendapatan masyarakat melalui hasil TBS yang dibeli oleh PT KLS,” tulis manajemen.
Rata-rata pembelian TBS dari masyarakat mencapai Rp5 miliar per bulan dan dibayarkan tunai melalui perbankan, memberikan kepastian arus kas bagi petani.
Komitmen sosial perusahaan juga diwujudkan melalui pembangunan sarana ibadah, pemberian CSR kebun sawit untuk pondok pesantren, serta program lingkungan.
Salah satu inisiatif terkini adalah pengembangan penangkaran burung maleo di Batui, sebagai upaya pelestarian satwa endemik sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dengan rekam jejak investasi, kontribusi fiskal, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, PT Kurnia Luwuk Sejati menegaskan posisinya sebagai aktor penting dalam industri sawit regional.
Baca: PT KLS Tegaskan Isu Pelanggaran Hanya Klarifikasi Administrasi, Bukan Sanksi Hukum








Komentar