Koordinator NCW Ungkap Rencananya Bersama Jurnalis SW Bertemu Mahfud MD: Ini Permintaan Terakhir Almarhum

gNews.co.id – Koordinator Nasional Corruption Watch atau NCW Sulteng, Anwar Hakim menyatakan adanya kejanggalan dalam kematian jurnalis Situr Wijaya (SW) yang ditemukan meninggal di Hotel D’Paragon, Jakarta Barat pada Jumat 4 April 2025.

SW dikenal sebagai sosok aktif dan vokal dalam mengungkap persoalan agraria, termasuk kasus di Morowali Utara. 

SW Disebut Jurnalis Kritis yang Kerap Bongkar Kasus Agraria

Anwar Hakim mengungkapkan bahwa almarhum terlibat dalam proses pengumpulan data, verifikasi, hingga pendampingan pelaporan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Kejati). 

“Dia sangat aktif dan agresif. Saya pernah memintanya membantu menyusun narasi dan melengkapi dokumen pendukung,” kata Anwar saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (15/4/2025). 

Menurutnya, SW sempat diundang ke Jakarta bersama dua rekan sekitar setengah bulan sebelum kematiannya. Rencananya, mereka akan bertemu dengan Mahfud MD, namun urusan tersebut tertunda karena kendala biaya. 

Pertemuan Terakhir dan Hilang Kontak

Sekitar sebulan sebelum meninggal, SW sempat bertemu Anwar di Palu. Saat itu, Anwar menanyakan kondisi kesehatannya yang terlihat lelah. 

“Saya bilang, ‘Kamu tidak pernah berobat ya? Jalan terus.’ Dia jawab iya, karena itu pembayaran untuk website-nya tersendat,” kenang Anwar.

Baca: Berikut Sederet Kejanggalan Kematian Jurnalis Palu SW: Salah Satunya Standar Hotel tak Lazim

Komentar