gNews.co.id – Insiden kecelakaan dump truck di jalur penanjakan menuju kawasan pengambilan material Vavulapo, Kelurahan Poboya pada Selasa (9/12/2025) menambah rentetan peristiwa kelam di lokasi yang ditengarai maraknya aktivitas PETI.
Kecelakaan dump truck tergelincir di Vavolapo menguak bahaya laten dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan itu.
Meski pengemudi dilaporkan selamat, insiden ini adalah yang terbaru dari rentetan panjang kecelakaan, bahkan korban jiwa, di lokasi tambang ilegal yang beroperasi di dalam wilayah Kontrak Karya PT Citra Palu Minerals (CPM) itu.
Aktivitas PETI Poboya yang marak mengeruk material mengandung emas dan mengekstraksinya dengan metode heap leaching (perendaman) berjalan tanpa izin dan pengawasan negara.
Eksploitasi serampangan ini telah memakan korban nyawa berulang kali sepanjang tahun, dengan longsor sebagai penyumbang utama.
Rekap Korban Jiwa Akibat Longsor:
· 3 Juni 2025: Dua pekerja tewas tertimbun longsor di lokasi yang dikenal sebagai “Kijang 30”. Insiden ini telah dikonfirmasi oleh kepolisian.
· 8 Oktober 2025: Herman (39), pekerja asal Pinrang, tewas saat memuat material ke truk. Longsor kembali menjadi penyebab. Dokumen medis menyebut korban mengalami luka robek di kepala dan nyeri dada.
Insiden Lalu Lintas Truk yang Kerap Terjadi:
Selain longsor, jalur terjal dan berbahaya di area PETI kerap menjadi lokasi kecelakaan kendaraan pengangkut material.
· Medio Oktober 2025: Sebuah truk terperosok, mengakibatkan pengemudi terluka.






Komentar