gNews.co.id – Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Ruslan Sangadji mengkritisi fenomena banyaknya pensiunan yang mendaftar sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menurutnya, perkembangan dunia penyiaran yang semakin modern membutuhkan sosok-sosok yang lebih muda, produktif, dan memiliki pemahaman mendalam tentang transformasi digital.
“Yang sudah pensiun itu biasanya berusia 58 tahun ke atas. Mereka sudah tidak produktif lagi. Sebaiknya mereka beristirahat dan memberikan kesempatan kepada generasi muda yang lebih memahami perkembangan industri penyiaran saat ini,” ujar Ruslan, yang akrab disapa Ochan, dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025).
Ochan menegaskan bahwa dunia penyiaran saat ini telah mengalami transformasi besar dengan hadirnya teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta perubahan pola konsumsi media oleh masyarakat.
Platform digital seperti streaming, podcast, dan media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari industri penyiaran. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang segar dan adaptif terhadap perubahan tersebut.
“Dunia penyiaran sekarang tidak hanya soal televisi dan radio konvensional. Ada streaming, podcast, media sosial, dan algoritma yang terus berkembang. Peran KPID seharusnya lebih proaktif dalam merespons perubahan ini, bukan hanya menjadi regulator yang kaku. Anak muda akan lebih tepat di posisi itu,” tandasnya.
Ochan menilai, regenerasi dalam tubuh KPID Sulteng adalah hal yang penting agar lembaga ini tetap relevan dalam mengawasi sekaligus mendorong kemajuan industri penyiaran di daerah.
Jika terus diisi oleh mereka yang sudah melewati masa produktif, dikhawatirkan KPID akan kehilangan daya inovasi dalam menjalankan tugasnya.
“Dunia penyiarannya sudah berkembang, maka regulasinya juga harus berkembang. Dan itu butuh energi serta pemikiran yang lebih segar,” jelasnya.
Ochan berharap, seleksi anggota KPID kali ini bisa lebih mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan inovasi, dengan memberi ruang bagi anak muda yang memiliki pemahaman lebih tajam tentang ekosistem penyiaran digital.









Komentar