gNews.co.id,- Masyarakat Kabupaten Banggai diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun Facebook yang mencatut nama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) dengan modus penjualan tiket kapal secara online menjelang arus mudik.
Salah seorang warga Banggai yang enggan disebutkan namanya nyaris menjadi korban penipuan saat memesan tiket kapal rute Pelabuhan Pantoloan, Palu menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Kamis (5/03/2026).
Korban memesan tiket kapal KM Sinabung melalui akun Facebook yang mengatasnamakan agen resmi PELNI. Setelah menerima bukti cetak (print) tiket, ia mulai merasa curiga karena terdapat kejanggalan pada format dan data yang tertera.
Untuk memastikan keaslian tiket, korban langsung mendatangi kantor cabang PELNI Luwuk di Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.
Di kantor tersebut, ia bertemu dengan salah satu staf bernama Luis. Ia menjelaskan bahwa tiket yang dipesan melalui Facebook tersebut adalah palsu dan tidak terdaftar dalam sistem resmi PELNI.
Semua tiket resmi sudah terkoneksi secara online di seluruh Indonesia. Tiket yang dibeli melalui akun Facebook itu tidak ada dalam sistem kami,” jelas Luis.
Perbedaan Tiket Asli dan Palsu
Luis juga memperlihatkan perbedaan mencolok antara tiket resmi dan tiket palsu.
Tiket resmi PELNI memiliki lima barcode, masing-masing dapat diakses dan ketika dipindai akan menampilkan data lengkap calon penumpang.
Tiket palsu hanya memiliki satu barcode, dan saat dicoba diakses tidak menampilkan data dalam sistem resmi.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur harga murah yang tidak wajar oleh karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama jika menemukan harga tiket yang jauh lebih murah dari biasanya,” tegasnya.
Beruntung, warga tersebut belum sempat melakukan transfer dana kepada pelaku sehingga terhindar dari kerugian materi.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Cabang PELNI Luwuk yang baru belum membuahkan hasil.
Petugas keamanan bernama Dimas menyampaikan bahwa pimpinan cabang sedang mengikuti rapat Zoom dan belum dapat ditemui. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan resmi.
Warga Minta Surat Edaran Resmi dari Pusat
Sejumlah warga berharap PELNI pusat segera mengeluarkan surat edaran resmi terkait maraknya akun Facebook palsu yang mencatut nama perusahaan.
Masyarakat diimbau untuk dapat membeli tiket hanya melalui kantor cabang resmi PELNI serta juga dapat mengakses website resmi perusahaan dengan menggunakan aplikasi resmi dari PT PELNI Persero agar terlebih dahulu melakukan verifikasi sebelum transfer dalam pembayaran.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan adalah langkah utama mencegah penipuan, khususnya di tengah maraknya transaksi digital melalui media sosial menjelang arus mudik.
Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran, disarankan membeli tiket melalui kanal resmi agar perjalanan aman, nyaman, dan terhindar dari praktik penipuan yang menyesatkan diri sendiri.(DQ74)














Komentar