Selain itu, ada cukong berinisial Koh FR yang diduga mengoperasikan 7 unit alat berat di Gio Barat yang kini dikabarkan berpindah ke Lobu.
“Mestinya sudah dilakukan tindakan. Apa susahnya sih memanggil dan periksa orang-orang itu, panggil dan periksa para saksi! Tapi hal itu tidak dilakukan, kenapa?” tegas Dedi.
Ia mengatakan rang-orang yang menjadikan status, posisi, jabatan sebagai alat pengumpul rente, apapun resikonya itu soal nanti.
Namun yang selalu terlupakan oleh orang-orang seperti, yaitu tentang amarah atau murkah alam.
“Dan murkah Allah, tidak dalam hitungan menit biasanya alam dan Allah itu bisa ambil paksa apa yang mereka miliki,” katanya.
Dedi menambahkan, Tuhan akan memberikan peringatan dengan cara-cara seperti sekarang bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
“Bisa dilihat apa yang alam dan Allah pertontonkan apa yg terjadi di Sumatera sekarang,” ujar Dedi.
Mantan Deputi Direktur Walhi Sulteng ini menekankan, diperlukan komitmen dan tindakan nyata dari semua pihak pemerintah pusat dan daerah, APH, serta masyarakat untuk mengakhiri aktivitas ilegal ini.
Tujuannya agar kekayaan alam Parigi Moutong dapat dikelola secara berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, bukan hanya oleh segelintir oknum.








Komentar